Selasa, 28 Jul 2026 05:40 WIB

TKW Asal Banyuwangi Dikabarkan Disiksa Majikan di Taiwan

  • Penulis :
  • | Selasa, 27 Mar 2018 18:47 WIB
Merry/dok.
Merry/dok.

jatimnow.com - Merry Lupitawati, Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia diduga mengalami perlakuan tidak manusiawi dari majikannya.

Kasus yang dialami TKI asal Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, itu menjadi perhatian serius rekan korban di Taiwan.

Baca Juga: Tari Jaripah Banyuwangi Sambut Hangat Peserta Media Gathering Pertamina 2026

Ketua Keluarga Migran Indonesia (KAMI) Banyuwangi, Topan Hadi Sucipto mengatakan, sesuai cerita yang didapatkan dari Merry, dia menerima perlakuan kasar dari sang majikan.

Selain itu, juga dipaksa bekerja di jam kerja yang tidak rasional. "Dia disuruh potong rumput malam hari, juga sering dibentak dan dipukul," jelasnya, saat dikonfirmasi, Selasa (27/3/2018). 

Merry akan dipukul majikannya ketika dianggap tidak bisa bekerja dengan baik. Apa yang dialaminya, juga sudah dilaporkan Mery ke Konseling, semacam Dinas Tenaga Kerjanya Taiwan. Dan petugas konseling datang memberikan teguran kepada majikannya.

"Tapi tak diindahkan. Perbuatan itu diulanginya terus," tambahnya.

Merry sendiri baru satu bulan bekerja dengan majikan barunya tersebut. Majikannya yang lama meninggal dunia karena kecelakaan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Kemudian Merry dikembalikan ke agensi dan disalurkan ke tempatnya bekerja saat ini. "Dia sebenarnya sudah 1 tahun bekerja di Taiwan, sebagai pengasuh," ungkapnya lagi.

Atas kejadian itu, Merry sudah menghubungi agensi di Taiwan, untuk meminta tempat kerja baru lagi. Meski sudah dijanjikan, namun agensi tersebut tidak kunjung menjemputnya.

"Katanya agensi mau menjemputnya di rumah majikannya. Semua barang sudah dikemasi dan dikeluarkan. Ternyata sampai malam dia tidak dijemput. Dia juga tidak boleh masuk ke rumah, sehingga semalaman tidur di depan pintu dengan kondisi musim dingin," pungkasnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

KAMI mengecam peristiwa tersebut. Karena di Taiwan, hampir tidak pernah terjadi kasus seperti yang menimpa Merry.

Reporter: Irul Hamdani

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.