Sabtu, 06 Jun 2026 12:54 WIB

Mengintip Gaya Cagub Khofifah Bermain Gamelan

Ini gaya Cagub Khofifah saat memainkan salat satu alat gamelan di Ponorogo
Ini gaya Cagub Khofifah saat memainkan salat satu alat gamelan di Ponorogo

jatimnow.com - Tak hanya terkenal dengan pengrajin Reog atau sekarang disebut Reyog, Ponorogo juga terkenal dengan pengrajin gamelan.

Makanya, Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa tertarik untuk mengunjungi pengrajin gamelan itu. Ia pun menyempatkan untuk ngobrol dan mencoba bermain beberapa alat gamelan itu.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Menurut Khofifah, seniman dengan produk seninya itu harus dibangun harmoni, termasuk pula budaya dengan budayawannya. Hal itu sudah menjadi perhatian pasangan ini dan ditulis dalam nawa bakti satya pasangan Khofifah-Emil.

"Tidak hanya harmoni antar budayawannya, tetapi harmoni antar budayanya, jadi produk budaya oleh budayawan sama-sama harus dibangun harmoninya," kata Khofifah.

Ia mengaku, di Indonesia ini varian-varian budayanya sangat banyak. Varian etnisnya juga sangat banyak. Sehingga memerlukan gong atau gamelan.

"Mulai di Kalimantan atau di Sumatera. Apalagi di Jawa dan Bali. Banyak sekali varian-varian gamelan itu," bebernya.

Sementara itu, salah satu pengrajin gamelan di Ponorogo adalah Pak Haji Kusnan dan Bu Haji Mitu. Ia menilai pengrajin itu sangat luar biasa.

"Karena dari gamelan-gamelan yang mereka bikin dengan rasa dan dengan ketelitian tertentu. Mereka bisa cek  bagaimana bunyi-bunyian dari seluruh nada yang memberikan penguatan performance budaya," ujarnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Bahkan, Khofifah menilai pengrajin Gamelan asli Ponorogo ini tidak hanya berkontribusi di Jawa dan Bali , namun juga Kalimantan dan Sumatra. 

"Menurut saya memberikan kontribusi yang luar biasa bagaiamana pelestarian budaya yang dilakukan oleh seorang Pak Haji Kusnan dan Bu Haji Mitu ini," imbuhnya.

Setelah sempat mengobrol dengan pengrajin gamelan itu, Khofifah pun mendapatkan kesimpulan bahwa tidak ada kesulitan dalam mendapatkan bahan baku gamelan maupun gong.

"Paling nanti untuk SNI dan standartnya, kemudian bagaimana marketnya. Pada saat tertentu, market tidak terlalu besar, tetapi menurut Pak Kusnan marketnya cukup prospektif," tegasnya.

Baca Juga: Jejak Literasi ke Aksi, Refleksi Kepemimpinan Perempuan Dini Rahmania

Sementara itu, Kusnan pengrajin Gamelan, berharap secara luas bisa lebih diperhatikan oleh Khofifah Indar Parawansa. "Misalnya beliau terpilih menjadi Gubernur," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.