Rabu, 10 Jun 2026 11:49 WIB

Kisah di Balik Menjemput dr Bagoes Buron Koruptor P2SEM

Aspidsus Kejati Jatim Didik Farkhan (kiri) mengasihkan kausnya saat menjemput dr Bagoes di Jakarta
Aspidsus Kejati Jatim Didik Farkhan (kiri) mengasihkan kausnya saat menjemput dr Bagoes di Jakarta

jatimnow.com - Pelarian dr Bagoes Soedjito Suryo Soelyodikusomo, terpidana korupsi program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) Tahun Anggaran 2008 selama 6 Tahun berakhir di Malaysia.

Dokter yang telah divonis 28 Tahun 6 Bulan di empat pengadilan negeri ini dijebloskan ke Lapas Klas 1 Surabaya di Porong, Sidoarjo. Di balik penangkapan putra mantan pejabat di Pemprov Jatim di salah satu apartemen di Malaysia, menyisakan sebuah kisah yang mengharukan.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

"Dia saat ditangkap hanya membawa ponsel dan paspor palsunya saja," kata Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Didik Farkhan Alisyahdi melalui sambungan telepon, Kamis (20/12/2018).

Pada Minggu (26/11/2017), tim kejaksaan bersama Polri, Interpol, KJRI Johor dan Polisi Diraja Malaysia menangkapnya. Saat itu di apartemen terpidana dan saksi kunci korupsi P2SEM ini terdapat istri dan anaknya.

"Informasinya saat itu istrinya dan anaknya juga, " kata Didik, jaksa ganteng asli Bojonegoro ini.

Tim, saat itu lantas beralasan kepada keluarganya jika dr Bagoes akan diperiksa di mapolsek terdekat. Namun, dr Bagoes yang saat itu mengenakan baju putih pun lantas dipulangkan ke Indonesia lewat Batam lalu diterbangkan ke Jakarta dan kemudian ke Surabaya.

"Dia dua hari dia tidak mandi dan ganti pakaian," ungkap Didik.

Saat akan diterbangkan ke Surabaya, Didik yang menjemput dr Bagoes ke Jakarta merasa iba. Didik saat itu teringat jika membawa pakaian di travel bagnya.

"Kaos merah berlogo Ferrari itu saya kasihkan ketika mau terbang ke Surabaya," ungkapnya.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

Tak hanya itu, Didik juga terenyuh saat dr Bagoes diperiksa setiba di Gedung Kejati Jatim, Surabaya.

"Kata dia sudah tidak punya saudara atau keluarga di Surabaya. Lantas saya suruh mandi di kantor saya, handuk saya pinjamkan," ungkapnya.

Ke mana kerabat dan saudara dr Bagoes? "Bapaknya di Bandung dan ibunya di sebuah tempat gitu katanya," kenang Didik.

Rasa iba kembali datang saat dr Bagoes akan dikirim ke lapas di Porong. Didik kembali memberikan kaos oblong dan celana pendek kepada dr Bagoes.

Dan, menurut Didik, masih banyak cerita pribadi dr Bagoes yang tidak untuk dipublikasikan.

Baca Juga: Dua Terdakwa Korupsi SKTM RSUD dr Iskak Tulungagung Divonis Bersalah

Betapa terkejutnya Didik yang mendapat kabar dr Bagoes meninggal dunia di Lapas Porong pada Kamis (20/12/2018) pagi.

"Kaget saya, bagaimanapun saya pernah njemput dia di Jakarta," kata Didik. 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.