Jumat, 24 Jul 2026 09:49 WIB

Garis Polisi Dicopot, Rumah Karaoke Striptis di Blitar Buka Lagi?

  • Penulis : CF Glorian
  • | Senin, 17 Des 2018 13:49 WIB
Ruangan tempat penari striptis di rumah karaoke di Blitar
Ruangan tempat penari striptis di rumah karaoke di Blitar

jatimnow.com - Setelah sepuluh hari melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka atas dugaan tindakan asusila, garis polisi di rumah karaoke MB yang digerebek lantaran kasus penari striptis telah dilepas, Senin (17/12/2018).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Barung Mangera melalui WhatsApp pribadinya mengatakan, polisi tinggal menunggu pelimpahan kasus tersebut ke Kejaksaan. Menurutnya, proses pemeriksaan dan penyelidikan sudah selesai.

"Udah (dilepas). Sekarang tinggal proses pelimpahan. Tempat itu tempat publik, bukan milik polisi," kata Barung dikonfirmasi jatimnow.com, Senin (17/12/2018).

Pantauan di lapangan, garis polisi yang sebelumnya terpasang di pintu masuk lobi MB telah dilepas. Pemilik rumah karaoke yang berada di lokasi mempersilahkan awak media mengambil gambar di dalam gedung lima tingkat tersebut.

Baca juga:

Baca Juga: Bidpropam Polda Jatim Tes Urine Puluhan Anggota Polres Kediri Kota

Menurut pemilik, pelepasan garis polisi tersebut dilakukan pada Jumat (14/12/2018) lalu sekitar pukul 11.00 Wib. Usai dilepas, pemilik dan sejumlah karyawan sudah melakukan bersih-bersih. Namun pemilik membantah bila langsung beroperasi.

"Kami hanya membersihkan saja. Dengan dibukanya garis polisi ini menandakan manajemen kami sehat. Terkait Adanya tindakan asusila dan penetapan tersangka itu sudah bukan ranah kami. Itu oknum," ungkap pemilik rumah karaoke MB, Heru Sugeng Priyono, ditemui lokasi.

Heru belum memikirkan soal bantuan hukum yang akan diberikan pada dua anak buahnya yang ditetapkan sebagai tersangka. Meski begitu ia tetap akan mengikuti proses hukum.

"Kalau penetapan (tersangka) itu kan sudah ranahnya personal. Oknumnya bukan manajemennya. Saya sudah empat belas tahun merintis hiburan. entertain tidak dimanfaatkan untuk tindakan yang bukan-bukan," pungkas Heru.

Baca Juga: Ayah Hamili Anak Kandung, Wali Kota Surabaya: Saya Harap Dihukum Berat

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.