jatimnow.com - Seorang warga Tulungagung meninggal dunia akibat terinfeksi bakteri leptospira. Bakteri ini ditularkan melalui kotoran tikus yang terinfeksi atau leptospirosis. Selain itu puluhan pasien juga dinyatakan positif suspek leptospirosis. Angka kasus penyakit ini relatif sama dengan tahun lalu.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Aris Setiawan mengatakan, berdasarkan data sejak Januari hingga Mai 2026 tercatat ada 13 suspek leptospirosis. Dimana 11 suspek diantaranya positif leptospirosis.
Baca juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
"Dari 13 suspek, dua dinyatakan negatif leptospirosis. Suspek yang dinyatakan positif alhamdulillah mulai sembuh," ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Penyakit leptospiroris dapat tertular melalui kotoran tikus yang terinfeksi bakteri. Biasanya, orang yang tertular tidak mengetahui bahwa air atau makanan yang dikonsumsi sudah terpapar kotoran tikus. Penyakit ini cenderung menyerang fungsi liver. Sehingga seseorang yang terjangkit leptospirosis akan muncul penyakit kuning di sekitar mata, tangan atau kaki.
Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor
"Vektor penyakit leptospirosis adalah tikus sawah. Apalagi di Tulungagung masih banyak warga yang bekerja di sawah," jelasnya.
Aris meminta kepada warga yang bekerja di sawah untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Apabila memiliki keluhan demam, pusing dan nyeri bisa segera periksa ke Puskesmas terdekat.
Baca juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia
"Kalau habis kontak dengan kotoran tikus, mohon segera sampaikan ke petugas kesehatan. Sehingga dapat dilakukan deteksi dini agar tidak lebih fatal, salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," pungkasnya.
Editor : Bramanta