jatimnow.com - Harga gas LPG nonsubsidi mengalami kenaikan harga sejak beberapa hari lalu. Kenaikan harga ini terjadi pada gas LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram hingga 50 kilogram.
Manajer Agen PT Gas Elpindo Jaya, Agung Ari mengatakan, kenaikan harga gas LPG nonsubsidi terjadi sejak Sabtu (18/4/2026). Kenaikan harga ditentukan langsung oleh Pertamina.
Baca juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
"Kenaikan harga terjadi sejak tanggal 18 April 2026. Berlaku untuk tabung gas LPG 5,5 kg, 12 kg dan 50 kg," ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Adapun kenaikan harga gas LPG 5,5 kg mencapai 19 persen atau Rp17 ribu. Harga awal Rp90 ribu naik menjadi Rp107 ribu.
Sedangkan gas LPG 12 kg mengalami kenaikan 19 persen atau Rp36 ribu. Dari harga semula Rp192 ribu naik menjadi Rp228 ribu.
Terakhir adalah gas LPG 50 kg yang mengalami kenaikan cukup signifikan yakni 28 persen atau Rp234.000. Harga semula Rp839 ribu naik menjadi Rp1.073.000.
Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor
"Kenaikan harga bright gas nonsubsidi memang sudah lama. Kalau tidak salah terakhir harga naik pada tahun 2022 atau 2023. Sedangkan harga gas LPG 50 kg akan selalu update setiap bulan," jelasnya.
Adanya kenaikan harga tidak berpengaruh pada permintaan gas LPG nonsubsidi. Disisi lain, stok gas LPG nonsubsidi juga dipastikan aman dalam mensuplay permintaan masyarakat.
"Kenaikan harga tidak berpengaruh pada permintaan masyarakat," paparnya.
Baca juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia
Agung mengungkapkan, permintaan gas LPG nonsubsidi paling banyak dari rumah makan skala besar, restoran, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), rumah sakit hingga peternak ayam.
"Kami melayani outlet di Tulungagung dan Trenggalek. Kebanyakan permintaan untuk restoran dan rumah makan skala besar," pungkasnya.
Editor : Bramanta