jatimnow.com - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab). Ribuan kader pertai berlambang banteng ini mengikuti kegiatan yang berlangsung di Hotel Crown Victoria, Minggu (19/04/2026). Kegiatan ini menjadi puncak proses pembentukan kepengurusan anak cabang di 19 kecamatan se-Kabupaten Tulungagung, setelah sebelumnya diawali pra-Musancab melalui proses penjaringan di tingkat PAC.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti, mengatakan Musancab ini merupakan tindak lanjut instruksi partai yang dilakukan serentak untuk menyusun kepengurusan baru di tingkat anak cabang.
Baca juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
“Ini puncak Musancab untuk menentukan susunan pengurus anak cabang di 19 kecamatan. Sebelumnya sudah ada pra-Musancab melalui penjaringan di PAC, lalu hasilnya dibawa ke DPD dan DPC,” ujarnya.
Menurutnya, setiap kepengurusan PAC nantinya diisi 11 orang pengurus yang akan disahkan dan dilantik oleh DPD Partai, dengan komposisi yang disesuaikan AD/ART dan arahan partai.
“Dalam susunan itu harus ada keterwakilan perempuan minimal 30 persen, dan 20 persen harus diisi Gen Z usia di bawah 35 tahun. Itu sudah terpenuhi,” jelasnya.
Menariknya, PDIP Tulungagung kali ini memberi ruang lebih besar bagi anak muda masuk struktur partai. Rekrutmen dilakukan secara terbuka, bahkan dilakukan penjaringan proaktif untuk mengajak generasi muda terlibat dalam politik.
Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor
“Kami memang sengaja membuka ruang bagi anak muda. Ini bagian strategi ke depan, karena mereka harus dilibatkan dalam politik formal sebagai saluran aspirasi,” imbuhnya.
Erma mengakui tantangan mencari kader Gen Z tidak mudah. Namun melalui berbagai forum seperti Soekarno Leadership Camp dan kolaborasi dengan mahasiswa, minat anak muda untuk terlibat politik mulai tumbuh.
“Kalau diajak diskusi, anak-anak muda justru aktif. Tinggal bagaimana kita membuka ruang dan memberi pendidikan politik agar mereka tidak alergi terhadap politik,” katanya.
Baca juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia
Selain konsolidasi internal, Musancab juga menjadi bagian dari strategi PDIP Tulungagung untuk mengembalikan kekuatan politik partai di parlemen.
“Kami pernah punya 15 kursi, sekarang 12 kursi. Tentu target kami ke depan bisa meningkat dan kembali tercapai,” tandasnya.
Melalui Musancab ini, PDIP Tulungagung terua berusaha merapikan barisan, memperkuat struktur hingga level bawah, sekaligus menyiapkan regenerasi kader menuju pertarungan politik berikutnya.
Editor : Bramanta