jatimnow.com - Arus logistik komoditas sawit di Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan tren penguatan signifikan di awal tahun 2026. PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Pangkal Balam bergerak cepat mengamankan rantai pasok ini melalui modernisasi layanan bongkar muat CPO dan produk turunannya.
Langkah ini menjadi krusial mengingat sektor perkebunan merupakan tulang punggung ekonomi lokal. Dengan luas lahan sawit mencapai 355.065 hektare, efisiensi di gerbang pelabuhan menjadi penentu daya saing produk hijau asal Negeri Serumpun Sebalai ini di pasar domestik maupun global.
Baca juga: Terminal Kijing Mempawah Mulai Operasikan Layanan Petikemas
Data terbaru menunjukkan performa positif pada Triwulan I-2026, di mana realisasi bongkar muat menyentuh angka 391.624 ton.
Dari jumlah tersebut, porsi curah cair yang didominasi oleh minyak sawit mentah meroket hingga 35,18 persen.
Angka ini melampaui proporsi rata-rata sepanjang tahun 2025 yang berada di level 33,24 persen dari total volume 1,6 juta ton.
Pekan ini, aktivitas di dermaga PTP Nonpetikemas kembali sibuk dengan pengapalan 3.500 ton CPO menggunakan tongkang BG. Prima Samudra IV menuju Dumai.
Alur pengiriman ini menandakan konsistensi pasokan dari perkebunan rakyat maupun swasta di Pulau Bangka yang terus mengalir keluar melalui terminal multipurpose Pangkal Balam.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Pangkal Balam, Alamsyah, menyatakan bahwa perusahaan memprioritaskan optimalisasi layanan curah cair demi merespons potensi besar sawit regional.
Menurutnya, pembenahan operasional dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan proses pemuatan lebih lincah namun tetap memperhatikan standar keamanan.
Baca juga: PTP Nonpetikemas Tanjung Pandan Perkuat Distribusi Logistik Bangka Belitung
"Kami terus memperkuat kapabilitas layanan penanganan CPO melalui inovasi di lapangan. Tujuannya adalah menciptakan efisiensi nyata bagi pelaku industri sekaligus menjamin perlindungan lingkungan di area pelabuhan," ungkap Alamsyah saat meninjau operasional dermaga.
Salah satu terobosan teknis yang diterapkan adalah penggunaan sistem portable drop tank yang terintegrasi dengan pompa submersible. Teknologi ini terbukti mampu memacu kapasitas pompa secara optimal saat memindahkan cairan dari truk ke kapal.
PTP juga menerapkan skema truck losing yang memungkinkan empat armada truk dilayani secara bersamaan, sehingga memangkas waktu tunggu di dermaga secara drastis.
Tidak berhenti di sana, manajemen tengah menyiapkan solusi untuk tantangan cuaca. Mengingat frekuensi hujan di wilayah ini mencapai 12 hari per bulan, PTP akan memasang tudung pada drop tank.
Inovasi sederhana namun berdampak ini diproyeksikan mampu menambah kapasitas pemuatan hingga 5.280 ton per bulan, karena kegiatan operasional tidak lagi harus terhenti saat hujan turun.
Baca juga: Green Port PTP Nonpetikemas Prioritaskan Kesehatan Pekerja
Selain minyak sawit mentah, komoditas cangkang sawit juga menunjukkan pertumbuhan eksponensial. Volume pemuatan curah kering ini melonjak dari 185.229 ton pada 2024 menjadi 310.441 ton pada penutupan 2025.
Hingga Maret 2026 saja, volume cangkang yang dikelola sudah menembus 85.410 ton.
Sebagai bagian dari ekosistem Pelindo, pelabuhan ini mengoperasikan dermaga sepanjang 649 meter yang mencakup berbagai titik strategis seperti Dermaga Beton dan Sheet Pile.
Dengan fasilitas yang mumpuni, Pangkal Balam kini memantapkan posisinya sebagai simpul logistik utama yang menopang pertumbuhan sektor pertanian dan perkebunan di Bangka Belitung.
Editor : Ali Masduki