Aduh! Kota Kediri Terpapar Plastik, Dominasi Sachet Wings dan Mayora

Reporter : Ali Masduki
Relawan Bank Sampah Pringgodani, Kelurahan Mrican, melakukan brand audit, Rabu (8/4/2026). (Foto: Toni for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tumpukan kemasan plastik sekali pakai masih menjadi beban berat bagi lingkungan di Kota Kediri. Berdasarkan kegiatan brand audit yang dilakukan 10 relawan Bank Sampah Pringgodani, Kelurahan Mrican, terungkap bahwa pola konsumsi masyarakat masih terjebak dalam ketergantungan pada produk sachet yang sulit terurai.

Dalam audit yang digelar Rabu (8/4/2026), relawan membedah komposisi sampah untuk memetakan produsen mana yang paling bertanggung jawab atas timbulan limbah di wilayah tersebut.

Baca juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Hasilnya cukup mengejutkan. Produk dari Wings menempati posisi puncak dengan 149 kemasan, disusul Mayora sebanyak 113 kemasan.

Nama-nama besar lainnya seperti Tanobel (78 kemasan), Unilever (76 kemasan), dan Danone (75 kemasan) turut mengekor di daftar lima besar penyumbang sampah plastik di Mrican.

"Proses ini membuka mata kami. Ternyata ada begitu banyak merek yang kami temukan sampai sempat membuat bingung saat pencatatan," ujar Siti Fatimah, kader lingkungan Kelurahan Mrican.

Data ini bukan sekadar angka, melainkan alarm bagi ekosistem lokal. Sampah sachet dikenal sebagai residu yang hampir mustahil didaur ulang secara ekonomi maupun teknis, sehingga berakhir menggunung di TPA atau mencemari sungai.

Baca juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

Eka, pengurus Bank Sampah Pringgodani, menawarkan langkah nyata yang bisa dimulai dari dapur warga. Ia menyoroti banyaknya sachet bumbu masakan yang ditemukan dalam tumpukan sampah.

"Kita bisa menekan angka ini dengan kembali ke cara tradisional. Alih-alih beli bumbu sachet, lebih baik mengulek bumbu sendiri di rumah. Selain lebih sehat, sampah plastik otomatis berkurang drastis," saran Eka.

Audit ini memicu rekomendasi strategis guna mewujudkan target Zero Waste Cities. Fokus utamanya adalah memutus rantai ketergantungan sachet melalui pembangunan sistem layanan isi ulang (refill) di tingkat kelurahan.

Baca juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Dengan adanya stasiun refill lokal, warga memiliki akses terhadap kebutuhan harian tanpa harus menambah beban plastik baru.

Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk teguran halus bagi para produsen untuk segera menjalankan tanggung jawab perluasan produsen (EPR).

Pemerintah daerah kini diharapkan tidak hanya diam. Perlu regulasi yang lebih tegas untuk membatasi peredaran sachet berukuran mikro dan mendukung inisiatif berbasis komunitas seperti komposting serta bank sampah agar Kediri tidak tenggelam dalam lautan plastik yang tak bisa terurai.

Editor : Ali Masduki

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru