PW Kopi, Pionir Kopi Premium Sumsel yang Kantongi Sertifikasi SNI

Reporter : Ali Masduki
Portal Warkop (PW Kopi) sukses meraih sertifikasi SNI 8964:2021, memperkuat posisi kopi premium Sumatera Selatan di pasar domestik dan mancanegara. (Foto: PW Kopi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sumatera Selatan memegang status sebagai lumbung kopi terbesar di Indonesia, namun penetrasi produk hilir premium asal Bumi Sriwijaya ini masih menghadapi tantangan branding dan standarisasi.

Menjawab celah tersebut, Portal Warkop (PW Kopi) mengambil langkah progresif dengan mengamankan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) guna menjamin konsistensi mutu dan memperluas jangkauan pasar hingga ke level internasional.

Baca juga: Puluhan Barista di Blitar Ikuti Lomba Menyeduh Kopi Manual

Langkah ini diambil untuk mengubah persepsi masyarakat yang selama ini lebih akrab dengan kopi kelas komoditas atau "pasar".

Pasangan pengusaha Agoeng Perdana (Bang Joe) dan Angela Anggraeni (Mba Angie) memulai perjalanannya sejak 2015 dengan misi tunggal: membawa kopi premium lokal ke etalase yang lebih terhormat.

Transformasi PW Kopi dari sekadar usaha pengemasan ulang menjadi unit roastery profesional dimulai pada 2017. Mereka mengadopsi mesin sangrai lokal berkapasitas 5 kg dengan sistem semi-otomatis untuk menjaga presisi profil rasa.

Menurut Bang Joe, kunci kualitas produknya terletak pada seleksi ketat bahan baku yang dipasok dari lima kabupaten unggulan: Pagar Alam, Semendo, Lahat, Empat Lawang, dan Oku Selatan.

"Kami menerapkan prosedur manajemen mutu yang ketat, mulai dari seleksi petik merah, pemisahan biji cacat (defect), hingga kontrol kadar air di bawah 13 persen sebelum masuk ke tahap penyangraian," ujar Bang Joe saat menjelaskan alur produksinya.

Integrasi sistem manajemen HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) dan sertifikasi Halal semakin memperkuat fondasi operasional PT Portal Indonesia Group sebelum akhirnya meraih SNI 8964:2021 pada tahun 2023.

Mba Angie mengakui bahwa mempertahankan label SNI menuntut konsistensi tinggi dalam setiap batch produksi. Meski menantang, sertifikasi ini menjadi "paspor" yang memudahkan produk mereka menembus pusat oleh-oleh premium dan ajang eksibisi internasional.

Baca juga: Mengapa Jendela Aluminium Perlu SNI? Ini Alasan YKK AP Indonesia

"Menyandang label SNI memberikan rasa percaya diri lebih saat menawarkan produk. Konsumen mendapatkan jaminan bahwa kualitas yang mereka rasakan hari ini akan sama dengan pembelian berikutnya," kata Mba Angie.

Implementasi standar ini terbukti efektif. Meski sempat terdampak pandemi pada 2020, PW Kopi berhasil bangkit dan kini rutin memasok kebutuhan biji kopi sangrai (roastbean) untuk berbagai coffee shop di Sumatera Selatan dengan volume mencapai 10 kilogram per minggu per gerai.

Menatap tahun 2026, Portal Warkop tengah menyiapkan ekspansi besar dengan memindahkan pusat operasional ke lokasi baru di kawasan Sekip, Palembang. Fasilitas ini nantinya akan menggabungkan unit produksi yang lebih luas dengan konsep mini coffee shop.

Tak berhenti di sisi produksi, aspek pemasaran juga menyentuh ranah digital. PW Kopi menyematkan teknologi kode batang (barcode) pada kemasan yang terintegrasi dengan situs web edukasi.

Baca juga: Pasutri Asal Blitar Ini Sukses Buka Kafe Kopi Dari Dapur Rumahnya

Saat dipindai, konsumen dapat mengakses informasi komprehensif mengenai profil lahan, cerita petani, hingga pemetaan geografis asal kopi tersebut.

Hingga kini, kurasi produk PW Kopi telah melanglang buana ke berbagai negara melalui pameran di Oslo, Seoul, Amsterdam, hingga Barcelona.

Portofolio pengiriman internasional mereka pun mencakup pasar Australia, Malaysia, Amerika Serikat, dan Abu Dhabi.

Langkah ini mempertegas bahwa standarisasi bukan sekadar beban administratif, melainkan strategi jitu untuk menaikkan nilai tawar komoditas unggulan daerah di pasar global.

Editor : Ali Masduki

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru