jatimnow.com - Ratusan santri dan warga di sekitar lingkungan Pondok Pesantren Al Khoiriyah di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, menggelar pelaksanaan Salat Id hari ini. Mereka merayakan Hari Raya Idul Fitri setelah sebelumnya melaksanakan ibadah puasa selama 30 hari. Jemaah ini juga memulai ibadah puasa dua hari lebih awal dari ketetapan pemerintah. Mereka memiliki perhitungan tersendiri dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan Syawal.
Kapolsek Sumbergempol, AKP Mohammad Anshori mengatakan pihaknya melakukan pengamanan terhadap pelaksanaan Salat Id, yang berlangsung di Masjid Nur Muhammad. Masjid tersebut berada di dalam komplek Pondok Pesantren Al Khoiriyah. Terdapat sekitar 100 jemaah yang terdiri dari santri serta warga sekitar mengikuti pelaksanaan Salat Id ini.
Baca juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
"Pelaksanaan Salat Id berlangsung lancar tanpa ada kendala," ujarnya, Kamis (19/04/2023).
Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor
Salat Id sendiri digelar tanpa menggunakan speaker. Jemaah melakukan takbir di dalam masjid sebagai tanda awal pelaksanaan Salat Id. Setelah Salat Id, mereka saling bersalaman. Sejumlah jemaah juga melakukan ziarah ke makam yang berada di belakang masjid. "Jemaah ini memulai puasa dua hari lebih awal dan hari rayanya juga lebih awal," terangnya.
Menurut Anshori pelaksanaan Salat Id lebih awal ini menjadi tradisi bagi Jemaah Al Muhdor. Mereka diketahui memiliki perhitungan tersendiri untuk menentukan awal bulan Ramadhan serta Syawal. Meskipun begitu tidak ada gejolak di masyarakat sekitar. Mereka saling menghormati dan tidak pernah mempermasalahkannya.
Baca juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia
"Ini sudah menjadi tradisi sejak dulu dan tidak ada gejolak di masyarakat," pungkasnya.
Editor : Bramanta