Sambut imlek, Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung Gelar Tradisi Ayak Abu

Reporter : Bramanta Pamungkas
Pekerja di Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung melakukan tradisi ayak abu. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kelenteng Tjoe Tik Kiong di Kabupaten Tulungagung menggelar ritual ayak abu. Mereka membersihkan abu sisa pembakaran dupa. Abu tersebut diayak untuk dibersihkan dari kotoran sisa dupa yang tidak terbakar.

Tradisi ini sudah digelar sejak ratusan tahun lalu. Setelah dibersihkan, abu dikembalikan ke wadahnya dan digunakan untuk sembahyang.

Baca juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Bioma Kelentang Tjoe Tik Kiong, Tjio Jing Jing mengatakan tradisi ayak abu ini dilakukan setelah mereka menggelar sembahyang Shang Sien.

Sembahyang ini bertujuan mengantar dewa ke langit. Setelah itu mereka baru melakukan tradisi ayak abu.

"Jadi setelah dewa ke langit baru kita lakukan tradisi ayak abu, kita membersihkan abu sisa pembakaran dupa," ujarnya, Jumat (24/1/2025).

Sejak berdirinya kelenteng ini, abu sisa dupa tersebut tidak dibuang dan digunakan untuk umat yang membutuhkannya. Pekerja mengambil abu dari 20 Hiolo yang berada di kelenteng tersebut.

Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Selanjutnya abu diayak. Setelah bersih abu dikembalikan ke hiolo dan diletakan kembali ke altar sembahyang.

"Sejak Kelenteng Tjoe Tik Kiong berdiri pada tahun 1886, abu sisa dupa tersebut tidak pernah dibuang. Abu ini selalu dibersihkan menjelang perayaan Imlek," tuturnya.

Pembersihan abu dengan cara diayak ini merupakan salah satu tradisi ritual yang dilakukan untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Abu sisa dupa yang terkumpul ini biasanya digunakan oleh umat untuk keperluan tertentu.

Baca juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Namun sebelum mengambilnya, umat melakukan sembahyang minta izin ke dewa. Jika diperbolehkan maka abu bisa diambil untuk keperluan tersebut.

"Ada beberapa yang memerlukan abu untuk keperluan tertentu seperti pengobatan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru