jatimnow.com - Sebagian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Kelas II A Malang terlihat disibukkan dengan kegiatan membuat kue kering setiap harinya di tempat griya kue.
Jumlah produksi kue kering jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah terpantau meningkat dibandingkan hari biasa.
Baca juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar
Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Malang, Yunengsih mengatakan, kegiatan pembuatan kue ini bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ganesha. Para WBP yang mengikuti kegiatan pelatihan tersebut, disesuaikan dengan minatnya.
"Artinya, mereka berminat untuk selanjutnya dengan harapan setelah bebas nanti mereka bisa berwirausaha karena alasan mereka masuk ke sini karena faktor ekonomi," kata Yunengsih, Jumat (29/3/2024).
Salah satu WBP, Zaenab mengatakan, hasil produksi kue dari WBP biasanya dibeli oleh pegawai lapas, atau keluarga dari para WBP itu sendiri.
Baca juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi
"Yang beli kue disini ada juga WBP yang pulang untuk oleh-oleh, kadang ada orang-orang studi tiru, untuk ulang tahun," katanya.
Ada 6 jenis kue yang tengah digarap, yakni kue nastar, kue kacang, kue emping, kue stroberi cookies, kue kastengel dan kue coklat. Di tempat griya kue tersebut, juga terdapat kue cake keju bernama tulban yang laris terjual.
"Alhamdulillah ekstra saat ini, pembuatan kue untuk selama Ramadan ada tambahan untuk kue kering, karena edisi lebaran," katanya.
Baca juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang
Apabila tidak dalam momen Ramadan, biasanya para WBP tidak setiap hari produksi, atau hanya membuat kue berdasarkan pesanan saja.
"Kalau sekarang setiap hari produksi kue kering," katanya.
Editor : Endang Pergiwati