Cuaca Bersahabat, Petani Tembakau Lamongan Ucap Syukur Hasil dan Harga Meroket

Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Senyum petani tembakau di Lamongan saat mengontrol tanaman yang masuk masa panen dalam beberapa hari kedepan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Musim kemarau tahun ini menjadi berkah bagi petani tembakau di Lamongan. Kemarau kering yang terjadi membuat tembakau tumbuh dengan optimal dan memiliki kualitas yang bagus.

Tak ayal, musim panen tahun ini disambut dengan suka cita oleh ratusan petani tembakau di kota soto. Sebab, tidak hanya secara kualitas dari sisi harga serta hasil panen juga diketahui meningkat.

Baca juga: Optimis Menanam, Petani Bondowoso Minta Perlindungan Regulasi Tembakau

Petani tembakau di Desa Sumberagung, Kecamatan Modo, Lamongan, Sumitro mengaku senang lantaran musim penan tahun ini berhasil.

"Musim panen Agustus ini terjadi kenaikan cukup signifikan, syukur. Hal ini juga jauh dibandingkan dengan tahun lalu," ungkap Sumitro, Selasa (22/8/2023).

Baca juga: Petani Tembakau Terhimpit, Gus Lilur Dorong Industri dari Bawah

Sumitro menjelaskan dalam sekali panen tanaman tembakau dengan luas lahan sekitar 1 herkar mampu menghasilkan Rp 40 juta lebih dibanding tanaman palawija.

"Untuk harga jualnya, di kelas tengkulak tembakau yang sudah dirajang perkilonya menyentuh hadga Rp 45 Ribu - Rp 46 Ribu. Jauh sama tahun lalu dimana harga tertingginya hanya Rp 89 Ribu saja," bebernya.

Baca juga: Barong Grup Siap Ubah Nasib Petani Tembakau Lewat Ekspor

Melonjak harga harga tembakau ini tak lain disebabkan pengaruh cuaca, dimana kemarau kering terjadi ataubselama musim kemarau tidak terjadi hujan. Hal tersebut membuat tembakau dapat tumbuh secara baik dan optimal tanpa gangguan hujan.

"Dengan begitu kualitas yang didapat akan bagus, serapan dari industri pabrik juga lancar dan terpenuhi karena sesuai dengan kwalitas yang diharapkan," urainya.

Editor : Endang Pergiwati

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru