jatimnow.com - Satu lagi kuliner dari Kabupaten Lamongan yang wajib anda coba. Namanya nasi pecel pincuk daun jati, yang beralamat di Kecamatan Modo.
Nasi pecel ini memang tidak melegenda seperti kuliner khas Lamongan seperti soto atau nasi boranan. Tapi soal rasa, pecel daun jati ini nggak kalah loh.
Baca juga: UMKM Kuliner Jatim di IIFEX 2026, Bertahan dan Tumbuh di Tengah Perubahan Zaman
Bermula dari coba-coba menggabungkan makanan pecel dengan bungkus daun jati, makanan ini menjadi primadona di tempatnya.
Aroma wangi daun jati seakan menggugah selera untuk larut menikmati lezatnya pecel buatan Mak Muafah ini.
"Mengapa menjual nasi pecel pincuk bungkus daun jati, ya karena di daerah saya ini banyak pohon jati yang jarang dimanfaatkan," ujar Mak Muafah, Senin (12/12/2022).
Warung nasi pecel pincuk daun jati Mak Muafah ini sudah 40 tahun berdiri dan pelanggannya pun selalu mengantre.
Baca juga: EastFood Indonesia Expo 2026 Dibuka, 180 Peserta Ramaikan Surabaya
"Saya jualan nasi pecel pincuk daun jati ini sudah sejak tahun 1984, harganya mulai Rp6 ribu sampai Rp15 ribu per porsi," terangnya.
Dalam sehari warung Mak Muafah mampu menjual 25 kilogram beras yang setara 200-an bungkus nasi pecel.
Salah satu pelanggan nasi pecel pincuk daun jati ini adalah Ahmad Kurniawan. Ia mengaku menyantap nasi pecel sudah biasa.
Baca juga: Diduga Karena Lalai, Tabrakan Beruntun Libatkan 3 Kendaraan Terjadi di Lamongan
Tapi sebagai pembeda dari nasi pecel Mak Muafah adalah pincuknya. Selain itu, lanjut Kurniawan, nasi pecel Mak Muafah terasa nikmat dan pas dengan pedasnya.
"Makan nasi pecel sudah biasa, tapi makan dengan alas pincuk daun jati di sini sangat luar biasa, rasanya nendang banget dan pedasnyas pas," imbuh Kurniawan.
Editor : Rochman Arief