jatimnow.com - Bencana tanah gerak di Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung telah diteliti oleh pemerintah setempat.
Mereka menggandeng ahli geologi dari UPN Yogyakarta untuk menganalisa struktur tanah di wilayah tersebut.
Baca juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Puluhan rumah warga di dua desa dalam kecamatan tersebut terdampak bencana tanah gerak. Mereka terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya, karena khawatir rumahnya ambruk.
Kabid Penelitian Pengembangan dan Perencanaan Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tulungagung, Ridwan mengatakan, tim geologi dari UPN Yogyakarta bersama perwakilan pemkab telah melakukan pemetaan dan pendalaman selama dua hari di lokasi.
"Dari UPN ada empat orang, kemarin juga didampingi dari LH, Bappeda dan BPBD, selama dua hari ada di lokasi untuk melakukan pemetaan," ujar Ridwan, Rabu (2/11/2022).
Tim geologi melakukan pemetaan kondisi geologi dan tanah di lokasi kejadian dengan beberapa metode, salah satunya adalah dengan mengambil video menggunakan drone.
Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor
Hasil pemetaan dan pemantauan itu akan dibawa untuk dianalisa lebih lanjut. Nantinya mereka akan memberikan rekomendasi apakah tanah tersebut masih aman dijadikan hunian atau tidak.
"Kita masih menunggu hasil rekomendasi itu, bagaimana hasil rekomendasi ahli geologi atas kondisi keamanan di lokasi," terang dia.
Menurut Ridwan, dari hasil pemetaan sementara adanya tanah retak ini disebabkan intensitas hujan tinggi yang terjadi beberapa waktu lalu. Namun ini masih memerlukan analisa lebih rinci lagi.
Baca juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia
Jika nantinya keluar rekomendasi dari tim geologi untuk relokasi, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur.
"Kalau nanti ada rekomendasi untuk relokasi, kita tentu akan kerja sama dengan pemprov, untuk proses relokasinya," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie