Anwar Sadad Sebut Keberadaan Pesantren Preneur Tak Boleh Ubah Jati Diri Ponpes

Reporter : Ni'am Kurniawan
Anwar Sadad di Ponpes Sidogiri

Pasuruan - Tema 'tafaqquh fid din' selayaknya menjadi ide besar dalam penyusunan raperda pengembangan pondok pesantren (ponpes) yang sekarang sedang dibahas oleh DPRD Jatim.

Kebutuhan ponpes untuk berbenah tidak perlu mengubah karakteristik pesantren sebagai lembaga pendidikan pencetak 'expertis' di bidang agama.

Baca juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

Itu disampaikan Anwar Sadad dalam pengajian perdana kitab Ihya' Ulum al-Din yang diasuh KH Fuad Noerhasan di Ponpes Sidogiri, Kabupaten Pasuruan, Rabu (27/10/2021).

"Keberadaan pesantren preneur maupun OPOP harusnya hanya menjadi komplementer, tidak boleh mengubah jati diri pesantren," ujar Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad.

Baca juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

Sadad hadir dalam pengajian kitab tersebut bersama alumni Sidogiri lainnya di antaranya KH Mukhlis Muhsin dari Bangkalan.

Menurut Sadad, tugas memperdalam ilmu agama merupakan tugas berat yang memerlukan keahlian khusus. Hal ini yang menimbulkan kesan pesimisme dibalik angin segar tentang Raperda Pesantren.

Baca juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

"Namun tidak bisa dipungkiri bahwa di era Society 5.0 mengharuskan pesantren berbenah," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru