jatimnow.com - Berbagai harga komoditas pertanian dan perkebunan di Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) banyak yang mengalami kenaikan.
Salah satu komoditi yang sedang mengalami lonjakan harga adalah buah tomat.
Baca juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya
Salah satu pedagang tomat di PIOS, Kusnadi mengatakan naiknya harga buah yang memiliki kaya serat dan memiliki sejumlah vitamin serta zat antioksidan penting bagi tubuh itu karena produksinya sedang terhambat dan hasil panen petani tidak sesuai dengan harapan.
"Tomat memang sedang langka, biasanya kalau seperti ini banyak petani yang gagal panen," kata Kusnadi, Selasa (27/7/2021).
Ia menyebut, kelangkaan buah tomat ini membuat harga per kilogramnya kini mencapai Rp 15 ribu. Padahal saat stok normal, harga tomat per kilogram berada di kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu.
Baca juga: DPRD Surabaya: Wilayah Perbatasan Kita Pastikan Tidak Tertinggal
"Saat ini saya jualnya Rp 15 ribu per kilogram," ujar dia.
Menurutnya, ada dua penyebab jika buah tomat langka. Yang pertama adalah petani yang panen telat atau yang kedua adalah buahnya banyak yang rusak akibat cuaca.
"Akhir-akhir ini terlalu panas. Bisa jadi banyak buah yang rusak sebelum bisa dipanen," pungkas Kusnadi.
Baca juga: Gak Perlu Jemur di Jalan Lagi, Mahasiswa Surabaya Ciptakan Alat Pengering Padi
Berita ini kerjasama antara Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) dengan jatimnow.com
Editor : Sandhi Nurhartanto