Ratusan Petani di Kota Batu Tak Ambil Kartu Tani

Reporter : Achmad Titan
Sawah petani/ foto dokumen

jatimnow.com - Kepala Seksi Pupuk Pestisida dan Alat Dinas Pertanian Kota Batu Imron Arifianto menyebut jika ada 900 kartu tani yang belum diambil petani dari total 7 ribu kartu yang diberikan oleh pemerintah pusat.

"Ada 900 kartu tani yang belum diambil dan 6100 kartu sudah diambil oleh petani di Kota Batu," katanya, Senin (14/9/2020).

Baca juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Ia berharap petani untuk segera mengambil kartu tani karena banyak manfaatnya.

"Banyak manfaat bagi pemegang kartu tani, mereka bisa mendapatkan sejumlah bantuan kebutuhan pertanian bersubsidi. Salah satunya, pupuk yang disediakan di kios-kios pengecer dan bantuan permodalan dengan mudah," jelas Imron.

Jika tidak ada kartu tani, otomatis petani tidak diperbolehkan membeli pupuk bersubsidi. Namun jika petani tetap memaksa membeli pupuk, mereka bisa membeli yang bukan bersubsidi.

Baca juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Solusi lain petani yang belum tergabung tapi ingin mendapatkan pupuk subsidi bisa berkoordinasi dengan penyuluh pertanian di wilayah setempat agar bisa masuk poktan.

"Itu persyaratan utamanya memiliki kartu tani harus dalam kelompok. Tapi bisa melaporkan ke penyuluh pertanian jika ingin mengurus kartu tani ini," ujarnya.

Baca juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Dia melanjutkan, penerapan kartu tani ini dapat menekan dan membatasi warga luar daerah untuk membeli pupuk di wilayah Kota Batu.

"Jadi hanya yang terdaftar dalam RDKK di kios pengecer yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi. Untuk memilikinya, segera hubungi penyuluh setempat untuk membuat kartu tani. Tidak ada biaya apapun alias gratis," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru