Wabah Virus Corona

Permintaan Jahe Merah Instan asal Jombang Meningkat

Reporter : Achmad Supriyadi
Suyanto, produsen jahe merah instan di Dusun Segunung, Desa Carang Wulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang

jatimnow.com - Permintaan jahe merah instan di Kabupaten Jombang meningkat seiring wabah Virus Corona yang sudah masuk ke Indonesia. Suyanto salah satu produsen jahe merah bubuk atau instan mengaku permintaan melonjak tiga kali lipat.

"Sejak tiga mingguan terakhir permintaan naik hingga tiga kali lipat dari biasanya," ujar Suyanto kepada jatimnow.com, Senin (9/3/2020).

Baca juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Suyanto memproduksi jahe merah instan di rumahnya di Dusun Segunung, Desa Carang Wulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Untuk memenuhi permintaan, dia dibantu tiga orang kerabat dan tetangganya.

"Permintaan meningkat mungkin karena ada Virus Corona. Permintaan naik tak hanya dari Jombang, daerah lain seperti Surabaya juga naik," tambahnya.

Baca juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Ia menyebut, jahe merah mempunyai khasiat meningkatkan imun atau kekebalan tubuh dan mengobati masuk angin. Dirinya memproduksi jahe merah instan sudah 5 tahun atau sejak 2015. Jahe merah itu ia jual dengan harga Rp 10 ribu per 100 gram.

Setiap harinya Suyanto bisa memproduksi sekitar 5 kilogram bahan baku jahe merah mentah. Tak hanya permintaan jahe merah yang melonjak, temulawak dan kunyit juga ikut meningkat, tetapi tidak sebanyak jahe merah.

Baca juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Saat ini dirinya sedikit mengalami kesulitan mendapat bahan baku dan harus mencarinya dari luar desa.

"Kami tetap berusaha penuhi permintaan. Kami cari bahan baku di luar," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru