jatimnow.com - Dua santri Pondok Pesantren (Ponpes) Annur 2, Desa/Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, yang dilaporkan hilang hanyut terseret arus Sungai Kalimanten hingga pukul 16.00 Wib upaya pencarian dihentikan.
Tim gabungan telah menyusuri sungai sejauh 6,7 kilometer untuk mencari keberadaan Abdul Rasyid (16), asal Lowokwaru Blimbing, Kota Malang, dan Media Agus Riono (16), asal Jalan Pendaweru, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Baca juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar
Baca juga:
- Dua Santri Dilaporkan Hilang Hanyut dalam Sungai di Malang
- Tim Gabungan Cari Dua Santri yang Hilang Hanyut dalam Sungai di Malang
Dengan menerjunkan 3 perahu rafting, tim gabungan menyusuri sungai sepanjang 6,7 kilometer hingga ke Dam Bloboh yang masuk Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
"Titik akhir pencarian dilanjutkan dengan perahu rafting menuju Dam Bloboh, Kepanjen sekitar 6,7 kilometer hasilnya juga nihil," kata Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Muji Utomo, Rabu (4/3/2020).
Baca juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi
"Proses pencarian ini di akhiri sampai pukul 16.00 Wib. Bila masih saja nihil. Maka pencarian akan dilanjut keesokan harinya," imbuhnya.
Tim gabungan yang terlibat dalam proses pencarian kedua santri itu terdiri dari unsur Polisi, TNI, PMI, SAR, pengurus ponpes dan masyarakat.
Kedua korban diketahui menyebrang Sungai Kalimanten yang dekat dengan lingkungan ponpes pada Selasa (3/3) sekitar pukul 15.30 Wib.
Baca juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang
Setelah menceburkan diri, Agus berhasil menyebrang sungai dengan selamat. Namun Rasyid yang tidak bisa berenang terhanyut arus sungai.
Melihat Rasyid hanyut, Agus berusaha menolong. Karena arus yang deras, Agus tidak kuat menahan beban Rasyid dan akhirnya keduanya hanyut.
Editor : Sandhi Nurhartanto