Bayi yang Dilaporkan Diculik di Pasuruan Ternyata Dijual Orangtuanya

Reporter : Moch Rois
Bayi Karin Maulidia Novantara

jatimnow.com - Setelah melakukan penyelidikan terkait hilangnya Karin Maulidia Novantara, Satreskrim Polres Pasuruan menyebut jika bayi yang baru berumur 2 bulan tersebut ternyata dijaminkan oleh orangtuanya.

Kanit PPA Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Sunarti mengatakan dibalik informasi dan laporan palsu yang dibuat oleh pasangan suami istri (pasutri) yang mengaku menjadi korban tersebut terdapat modus aksi kriminal dugaan kasus penjulan bayi.

Baca juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

Baca juga:  

"Ternyata laporan Saudari Eka Septiana bersama suaminya Gunawan Wibisono adalah hoaks. Ternyata kedua pasutri ini menjual bayinya," tegas Ipda Sunarti, Kamis (16/1/2020).

Ia menyebut upaya pasutri dengan memberikan laporan kepada polisi dan menyebarkan di media sosial (medsos) Facebook yang viral tersebut adalah keterangan palsu.

"Mereka memberikan laporan palsu kepada polisi dan menyebarkan kabar bohong di media sosial," ujarnya.

Baca juga: Medsos Bikin Anak Makin Individualis, Pakar Tekankan Peran Krusial Orang Tua

Saat ditanyakan tentang identitas pembeli bayi dan berapa nominal uang yang dikeluarkan oleh pembeli, Ipda Sunarti tidak mau berkomentar.

"Lebih jelasnya besok ya. Besok akan kami rilis. Yang jelas, kabar hilangnya bayi karena diculik itu hoaks. Itu hanya menutup-nutupi jika bayi itu dijual," tukasnya.

Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adrian Wimbarda mengatakan pihaknya telah mendatangi TKP untuk menyelidiki laporan penculikan bayi tersebut.

Baca juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Namun saat kita cek di TKP, di CCTV tidak ada bukti keberadaan kedua pelapor di TKP. Baik di RSUD Bangil, ataupun di CCTV depan penjara dan Pasar Bangil," jelas Adrian.

Berdasarkan itu, polisi menyimpulkan jika korban melakukan tidakan kriminal, di balik laporannya tersebut.

"Saya pastikan 100 persen dari awal kasus ini adalah hoaks," tutupnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru