jatimnow.com - Sedikitnya 1 hektar ladang jagung yang berada di Desa Ngilo-ilo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo diserang oleh hama ulat grayak.
Tanaman jagung yang baru berusia satu bulan tersebut terlihat berlubang dimakan ulat.
Baca juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor
Salah satu petani jagung, Mursyid mengatakan akibat serangan hama ulat grayak tersebut mengakibatkan satu petak lahan jagungnya habis.
"Ini baru terjadi serangan ulat grayak. Sebelumnya tidak," katanya, Jumat (3/1/2019).
Ia menyebut, berbagai cara telah dilakukan untuk mengurangi serangan ulat. Termasuk dengan menyemprot tanaman jagung menggunakan racun serangga.
Baca juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan
Parlin, petani jagung lainnya mengaku jika dirinya terpaksa membeli benih baru karena dipastikan jagung miliknya gagal panen.
"Kalau sudah dimakan ulat maka jagungnya pupus tidak bisa tumbuh dan harus tanam baru. Jelas gagal panen," kata Parlin.
Di awal masa tanam ini, dirinya mengaku telah mengalami kerugian hingga Rp 1 juta mulai dari biaya benih, pupuk dan upah buruh tani.
Baca juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya
"Kalau tidak tanam lagi rugi diperawatan, eman-eman (sayang) lahannya kalau nganggur. Kalau diteruskan juga tidak akan tumbuh sempurna," ujarnya.
Meski diserang ulat grayak, dirinya tetap memilih jagung sebagai komoditas yang ditanam karena para petani sudah paham dengan kondisi lahan.
"Baru kali ini kejadian serangan ulat sampai separah ini. Bahkan desa tentangga juga tanaman jagungnya diserang," pungkasnya.
Editor : Sandhi Nurhartanto