Senin, 27 Jul 2026 14:28 WIB

Melongok Kebangkitan Batik Tulis di Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 09 Des 2018 12:34 WIB
Proses pembuatan batik tulis khas Ponorogo
Proses pembuatan batik tulis khas Ponorogo

jatimnow.com - Di era tahu 1950 hingga 1980-an, Ponorogo sempat menjadi sentra batik tulis. Pada era itu, di sepanjang Jalan Batoro Katong, Kelurahan Kertosari, banyak terdapat home industry batik tulis.

Namun, dari sejumlah home industry yang ada, tersisa hanya 10 home industry batik tulis saja. 10 home industry batik tulis yang tersisa di Ponorogo tersebut tak lagi tersentral, melainkan terpencar di beberapa wilayah.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Salah satu home industry batik tulis yang ada yaitu Batik Lesoeng di Jalan Jaksa Agung, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Di sini, pemilik sekaligus perajin batik, Kristin Heri Purnawati sengaja membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin melihat pembuatan batik Ponorogo secara langsung.

Batik tulis yang dikerjakan Kristin memiliki berbagai motif menarik, diantaranya batik bergambar bulu merak, dadak merak, gamelan serta berbagai pertunjukkan reog. “Saya memang sengaja membuat banyak motif. Karena ingin menghidupkan kembali batik tulis khas Ponorogo,” ungkapnya, Minggu (9/12/2018).

Ia menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin belajar membatik bisa langsung ke tempatnya. Karena di belakang tokonya, terdpat 5-6 orang yang setiap hari memproduksi batik, mulai dari menggambar pola batik, mencanting hingga pewarnaan.

“Setiap hari boleh kok melihat ke sini. Karena membatik itu memakan waktu yang lama. Tergantung motif yang dibuat,” bebernya.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

Menurutnya, membuat batik tulis memang harus telaten. Tidak seperti batik cap atau batik sablon, yang hanya memakan waktu dua hari.

Kristin mengaku, awalnya ia membuat motif batik mataraman. Tapi keinginannya menghidupkan kembali batik tulis khas Ponorogo, membuatnya beralih membuat batik bermotif Ponorogo.

“Batik di sepanjang pulau jawa motifnya hampir sama. Mulai dari Yogyakarta, Solo, Pacitan, Ponorogo, Tulungagung higgga Trenggalek motifnya hampir sama semua. Tapi untuk Ponorogo, sekarang saya buat berbeda,” ungkapnya.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

Sementara, salah satu pembeli mengatakan sengaja mendatangi toko Lesoeng karena ingin melihat langsung proses pembuatan batik di sana. “Saya penasaran ingin melihat langsung pembuatan batik tulis di sini. Karena saya yakin berbeda dengan batik cap yang ada di pasaran,” tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.