Selasa, 09 Jun 2026 18:23 WIB

Ecoprint, Teknik Baru 'Membatik' dengan Daun

  • Penulis :
  • | Sabtu, 08 Des 2018 11:01 WIB
Teknik pengerjaan batik Ecoprint
Teknik pengerjaan batik Ecoprint

jatimnow.com - Sebuah kerajinan menghasilkan karya batik baru yang bernama Ecoprint. Dengan teknik yang terbilang cukup unik, yakni mereplika tumbuhan ke dalam kain, Ecoprint dapat menghasilkan karya batik yang memiliki nilai seni tersendiri.

Proses pembuatan ecoprint terbilang sederhana dan mudah. Kita ambil daun, letakkan diatas kain katun dan buat pola yang diinginkan. Kemudian tutup kain katun tersebut dengan kain katun lagi dan dipukul dengan palu kayu untuk menghasilkan corak. Setelah itu, angin-anginkan sebentar kemudian bilas dengan tawas untuk mengunci warna.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

"Saya pernah jual ke orang Belanda seharga 4 juta rupiah", kata Naning Gustiningtiyas, SE, pemerhati lingkungan, ketika ditemui dalam workshop membatik yang diselenggarakan Pusat Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bhayangkara Surabaya (Ubhara) pada Jumat (7/12/2018).

Batik dengan teknik Ecoprint ini menghasilkan corak yang unik dan digemari di manca negara.

"Orang luar lebih menghargai alam. Mereka lebih suka bahan yang berasal dari alam", ujar Naning yang juga pengajar Ecoprint.

Banyak orang menyebut ecoprint dan batik merupakan hal yang sama. Namun menurut Naning, batik dengan teknik Ecoprint ini berbeda dengan batik tulis biasa, karena bahan serta teknik pengerjaanya berbeda.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

"Batik ya batik. Ecoprint ya ecoprint. Beda", kata alumnus Universitas Bhayangkara ini.

"Batik itu menghias kain dengan pewarna dan menggunakan canting. Eco print tidak. Ecoprint menggunakan tumbuhan", imbuhnya.

Naning sendiri telah menggeluti ecoprint selama tujuh tahun. Pernah diundang beberapa instansi untuk membekali karyawan yang akan mempersiapkan masa pensiun dengan ecoprint.

"Saya berharap Pemerintah Kota Surabaya turut membantu dalam pengembangan ecoprint terutama untuk para UMKM", pungkas Naning.

Baca Juga: Kacamata AI RunSight Karya Mahasiswa UI Tembus 10 Besar Inovasi Global

Pusat Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi Bisnis Ubhara seringkali mengadakan workshop atau pelatihan bagi mahasiswa. Seperti pelatihan membuat batik Ecoprint. Hal ini ditujukan sebagai bekal bagi mahasiswa untuk belajar berbisnis.

"Ini bertujuan untuk memberi bekal kepada mahasiswa untuk menjadi pebisnis. Salah satunya workshop membatik ini", ujar Endang Siswati, DBA, Kepala Pusat Studi Kewirausahaan FEB Ubhara. 

Reporter: Alfan Ifantri

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.