Jumat, 12 Jun 2026 15:14 WIB

Menristekdikti Ingin Terima Dosen Berkualitas Melalui Tes CPNS

Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir
Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir

jatimnow.com - Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir tidak mempermasalahkan rendahnya tingkat kelolosan tenaga didik universitas atau dosen dari sistem seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahap pertama periode tahun 2018 ini.

Menurut Menristek Nasir, pihaknya tetap ingin mendapatkan formasi SDM dosen yang berkualitas dari proses seleksi yang sudah dilakukan akhir pertengahan November itu.

Namun, dibalik itu pihaknya hanya ingin mempertanyakan apakah penurunan passing grade SKD yang dituangkan dalam Peraturan Menpan RB Nomor 61 Tahun 2018 sudah bisa dibilang "fair"?

"Pada prinsipnya Kemenristekdikti ingin mendapat sumber daya yang berkualitas dengan metode seleksi yang dilakukan secara fair," kata Muhamad Nasir usai menjadi pembicara di Universitas Airlangga (Unair) Kamis (22/11/2018).

Secara pribadi, Nasir mengatakan bahwa baginya yang paling penting adalah subtansi. Menurutnya tes adalah cara menjaring seseorang untuk mendapatkan suatu kriteria tertentu dan rangkaian yang harus dilalui.

"Orang yang ikut tes itu secara kapabilitas pasti sudah baik lah. Ada yang nilainya tinggi tapi ketika psikotest dia tidak lolos itu kan masalah, maka dari itu baiknya adalah mengecek soalnya bersama Menpan-RB," tambahnya.

Ia menambahkan, sebelum dilakukan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), yang dijadwalkan akan berlangsung pada bulan Desember mendatang. Pihaknya mengajak Menpan-RB untuk melakukan pengecekan reliability bersama sebagai upaya untuk tetap mendapatkan input yang berkualitas.

"Tapi solusinya adalah kita harus lihat soal SKD yang diujikan kemarin seperti apa. Kita harus lihat bareng-bareng untuk melihat reliabilitasnya pada tiap soalnya seperti apa. Reliabilitas ditiap soal harus kita uji apakah ada perbedaan antarjawaban peserta," urainya.

Terkait menggunakan sistem rangking yang sebagai alternatif adaptif untuk bisa memenuhi formasi yang sudah ditetapkan, Nasir mengatakan bahwa saat ini solusi itulah yang tercepat yang bisa dilakukan untuk pemenuhan formasi tahun ini karena keputusan sudah tidak bisa diubah.

"Kalau formasi yang kita butuhkan 72 yang saat ini lolos 2 ya kita buat gradenya 2 kali lipat lah,  jadi 144 atau 3 kali lipat, karena nanti masih akan ada tes lanjutannya. Sehingga kita bisa dapatkan formasi sebagaimana mestinya," tambah Nasir.

Baca Juga: Jerit Istri Sah Oknum ASN BPKAD Jatim, Terbukti Berzina Tapi Belum Ditahan

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.