Selasa, 28 Jul 2026 19:50 WIB

Menristekdikti Ingin Terima Dosen Berkualitas Melalui Tes CPNS

Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir
Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir

jatimnow.com - Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir tidak mempermasalahkan rendahnya tingkat kelolosan tenaga didik universitas atau dosen dari sistem seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahap pertama periode tahun 2018 ini.

Menurut Menristek Nasir, pihaknya tetap ingin mendapatkan formasi SDM dosen yang berkualitas dari proses seleksi yang sudah dilakukan akhir pertengahan November itu.

Namun, dibalik itu pihaknya hanya ingin mempertanyakan apakah penurunan passing grade SKD yang dituangkan dalam Peraturan Menpan RB Nomor 61 Tahun 2018 sudah bisa dibilang "fair"?

"Pada prinsipnya Kemenristekdikti ingin mendapat sumber daya yang berkualitas dengan metode seleksi yang dilakukan secara fair," kata Muhamad Nasir usai menjadi pembicara di Universitas Airlangga (Unair) Kamis (22/11/2018).

Secara pribadi, Nasir mengatakan bahwa baginya yang paling penting adalah subtansi. Menurutnya tes adalah cara menjaring seseorang untuk mendapatkan suatu kriteria tertentu dan rangkaian yang harus dilalui.

"Orang yang ikut tes itu secara kapabilitas pasti sudah baik lah. Ada yang nilainya tinggi tapi ketika psikotest dia tidak lolos itu kan masalah, maka dari itu baiknya adalah mengecek soalnya bersama Menpan-RB," tambahnya.

Ia menambahkan, sebelum dilakukan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), yang dijadwalkan akan berlangsung pada bulan Desember mendatang. Pihaknya mengajak Menpan-RB untuk melakukan pengecekan reliability bersama sebagai upaya untuk tetap mendapatkan input yang berkualitas.

"Tapi solusinya adalah kita harus lihat soal SKD yang diujikan kemarin seperti apa. Kita harus lihat bareng-bareng untuk melihat reliabilitasnya pada tiap soalnya seperti apa. Reliabilitas ditiap soal harus kita uji apakah ada perbedaan antarjawaban peserta," urainya.

Terkait menggunakan sistem rangking yang sebagai alternatif adaptif untuk bisa memenuhi formasi yang sudah ditetapkan, Nasir mengatakan bahwa saat ini solusi itulah yang tercepat yang bisa dilakukan untuk pemenuhan formasi tahun ini karena keputusan sudah tidak bisa diubah.

"Kalau formasi yang kita butuhkan 72 yang saat ini lolos 2 ya kita buat gradenya 2 kali lipat lah,  jadi 144 atau 3 kali lipat, karena nanti masih akan ada tes lanjutannya. Sehingga kita bisa dapatkan formasi sebagaimana mestinya," tambah Nasir.

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

Baca Juga: Jamin Kontrak PPPK, Pemkab Jember Fokus Tingkatkan Kesejahteraan ASN

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.