Senin, 27 Jul 2026 17:50 WIB

Di Area Proyek 'Tempat Sampah' ini Terdapat Situs Sejarah

Struktur batu bata kuno di proyek TPA Desa Belahantengah, Mojokerto
Struktur batu bata kuno di proyek TPA Desa Belahantengah, Mojokerto

jatimnow.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto menyebut ada situs peninggalan kerajaan di bawah proyek pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Belahantengah, Kecamatan Mo Zainul Arifin josari. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya struktur batu bata kuno di are tersebut.

Kepala DLH,mengatakan, ada situs peninggalan yang diperkirakan tertimbun tanah di area TPA. Meski menurutnya situs tersebut bukan situs utama.

"Situs yang ada hanya kecil, yang lebih besar di luar TPA sebelah utara," ungkapnya kepada jatimnow.com.

Disinggung terkait rusaknya sejumlah struktur batu bata kuno yang berada di dalam TPA, Zainul menambahkan bahwa sebelumnya struktur batu bata kuno tersebut sudah rusak dikarenakan proses pengerukan bakal fondasi menggunakan alat berat.

"Yang rusak itu kan awalnya belum tahu kalau itu situs. Baru setelah proses pengerukan fondasi ketahuan kalau itu situs," ujarnya.

Baca juga:

Baca Juga: Telapak Temukan Dugaan Pencemaran Kali Porong Mojokerto, Bakal Lapor Menteri LH

Zainul mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur terkait adanya penemuan situs di proyek pelebaran TPA di Dusun Sambeng, Desa Belahantengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto itu.

"Kami sudah kirim surat ke BPCB. Surat itu pemberitahuan bahwa ada penemuan situs di area proyek pelebaran TPA Desa Belahantengah," tambahnya.

Hingga saat ini, proses pelebaran TPA Desa Belahantengah masih terus berlangsung. DLH menganggap saat ini proses pelebaran TPA itu tidak sedikitpun mengganggu atau merusak situs yang ada.

Awal penemuannya, struktur batu bata kuno tersebut masih tampak utuh meski sebagian telah rusak akibat proses pengerukan bakal fondasi TPA. Namun, berselang beberapa minggu setelah penemuan tersebut, kerusakan struktur batu bata kuno itu semakin parah.

"Kerusakan itu diakibatkan pekerja proyek pelebaran TPA kurang berhati-hati. Tandon bekas cor ditaruh sembarangan di atas struktur batu bata kuno. Bahkan struktur batu bata yang awalnya rusak sedikit, semakin parah rusaknya setelah fondasi dibangun," ungkap Muhammad Erwin Rizaldi, anggota Komunitas Pelestari Sejarah Tapak Jejak Kerajaan.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.