Jumat, 12 Jun 2026 07:32 WIB

Di Area Proyek 'Tempat Sampah' ini Terdapat Situs Sejarah

Struktur batu bata kuno di proyek TPA Desa Belahantengah, Mojokerto
Struktur batu bata kuno di proyek TPA Desa Belahantengah, Mojokerto

jatimnow.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto menyebut ada situs peninggalan kerajaan di bawah proyek pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Belahantengah, Kecamatan Mo Zainul Arifin josari. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya struktur batu bata kuno di are tersebut.

Kepala DLH,mengatakan, ada situs peninggalan yang diperkirakan tertimbun tanah di area TPA. Meski menurutnya situs tersebut bukan situs utama.

"Situs yang ada hanya kecil, yang lebih besar di luar TPA sebelah utara," ungkapnya kepada jatimnow.com.

Disinggung terkait rusaknya sejumlah struktur batu bata kuno yang berada di dalam TPA, Zainul menambahkan bahwa sebelumnya struktur batu bata kuno tersebut sudah rusak dikarenakan proses pengerukan bakal fondasi menggunakan alat berat.

"Yang rusak itu kan awalnya belum tahu kalau itu situs. Baru setelah proses pengerukan fondasi ketahuan kalau itu situs," ujarnya.

Baca juga:

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Zainul mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur terkait adanya penemuan situs di proyek pelebaran TPA di Dusun Sambeng, Desa Belahantengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto itu.

"Kami sudah kirim surat ke BPCB. Surat itu pemberitahuan bahwa ada penemuan situs di area proyek pelebaran TPA Desa Belahantengah," tambahnya.

Hingga saat ini, proses pelebaran TPA Desa Belahantengah masih terus berlangsung. DLH menganggap saat ini proses pelebaran TPA itu tidak sedikitpun mengganggu atau merusak situs yang ada.

Awal penemuannya, struktur batu bata kuno tersebut masih tampak utuh meski sebagian telah rusak akibat proses pengerukan bakal fondasi TPA. Namun, berselang beberapa minggu setelah penemuan tersebut, kerusakan struktur batu bata kuno itu semakin parah.

"Kerusakan itu diakibatkan pekerja proyek pelebaran TPA kurang berhati-hati. Tandon bekas cor ditaruh sembarangan di atas struktur batu bata kuno. Bahkan struktur batu bata yang awalnya rusak sedikit, semakin parah rusaknya setelah fondasi dibangun," ungkap Muhammad Erwin Rizaldi, anggota Komunitas Pelestari Sejarah Tapak Jejak Kerajaan.

Baca Juga: Menilik Sejarah Masjid Pertama di Pare Kediri, Usianya Lebih dari Satu Abad

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.