Rabu, 10 Jun 2026 08:53 WIB

BNNP Jatim Awasi Pergerakan 58 Jaringan Narkoba

  • Penulis : CF Glorian
  • | Rabu, 21 Mar 2018 14:32 WIB
Kepala BNNP Jatim Brigjend Bambang Budi Santoso saat di Blitar.
Kepala BNNP Jatim Brigjend Bambang Budi Santoso saat di Blitar.

jatimnow.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur kini sedang intensif mengawasi pergerakan 58 jaringan narkoba yang ada di Jawa timur.

Jaringan narkoba tersebut berada di seluruh wilayah termasuk yang ada di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

Dari hasil ungkap kasus narkoba yang telah dilakukan BNNP selama bulan Januari hingga pertengahan Maret ini, jaringan narkoba berada di semua lini termasuk dari dalam lapas.

"Kalau bicara narkoba, sekarang tuh nggak ada katakanlah desa yang steril narkoba. Selama awal Januari sampe pertengahan Maret ini, kita mengamankan 30 kg narkoba termasuk dari dalam lapas," kata Kepala BNNP Jawa Timur Brigjend Bambang Budi Santoso di Makam Bungkarno Blitar, Rabu (21/03/2018).

Dijelaskannya, penanganan narkoba tak cukup hanya dilakukan oleh lembaga penegak hukum (Polisi, TNI, BNN) saja, namun peran aktif masyarakat juga dibutuhkan. Kesadaran masyarakat untuk mau melapor menjadi faktor penting memutus jaringan narkoba.

Berdasarkan data di Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur, dari 38 kab / kota yang ada di Jawa Timur baru 17 wilayah yang telah memiliki Badan Narkotika vertikal langsung dari pusat. Satu diantaranya Badan Narkotika Nasional Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

Dari jumlah ini sebanyak 21 wilayah memiliki Badan Narkotika yang ditangani oleh pemerintah daerah. Meski begitu, 17 wilayah yang telah memiliki Badan Narkotika langsung dari pusat tak berpotensi rawan Narkoba.

"Kalau 17 wilayah yang sudah ada itu bukan berarti rawan. Tidak. Karena seperti yang saya sebutkan tadi, sekarang tuh nggak ada 1 desa yang steril narkoba," terang Jenderal Bintang satu tersebut.

Ia menambahkan, meski 21 daerah belum memiliki BNN bukan berarti pemberantasan narkoba tidak optimal.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

"Saya ndak berani ngomong optimal atau tidak, yang pasti kalau dapat kita akan langsung koordinasikan sama aparat keamanan lainya," tutupnya.

Reporter: CF Glorian
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.