Sabtu, 25 Jul 2026 11:34 WIB

BNNP Jatim Awasi Pergerakan 58 Jaringan Narkoba

  • Penulis : CF Glorian
  • | Rabu, 21 Mar 2018 14:32 WIB
Kepala BNNP Jatim Brigjend Bambang Budi Santoso saat di Blitar.
Kepala BNNP Jatim Brigjend Bambang Budi Santoso saat di Blitar.

jatimnow.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur kini sedang intensif mengawasi pergerakan 58 jaringan narkoba yang ada di Jawa timur.

Jaringan narkoba tersebut berada di seluruh wilayah termasuk yang ada di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

Baca Juga: Kurir Sabu 5,4 Kg Diringkus BNN Jatim di Bangkalan

Dari hasil ungkap kasus narkoba yang telah dilakukan BNNP selama bulan Januari hingga pertengahan Maret ini, jaringan narkoba berada di semua lini termasuk dari dalam lapas.

"Kalau bicara narkoba, sekarang tuh nggak ada katakanlah desa yang steril narkoba. Selama awal Januari sampe pertengahan Maret ini, kita mengamankan 30 kg narkoba termasuk dari dalam lapas," kata Kepala BNNP Jawa Timur Brigjend Bambang Budi Santoso di Makam Bungkarno Blitar, Rabu (21/03/2018).

Dijelaskannya, penanganan narkoba tak cukup hanya dilakukan oleh lembaga penegak hukum (Polisi, TNI, BNN) saja, namun peran aktif masyarakat juga dibutuhkan. Kesadaran masyarakat untuk mau melapor menjadi faktor penting memutus jaringan narkoba.

Berdasarkan data di Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur, dari 38 kab / kota yang ada di Jawa Timur baru 17 wilayah yang telah memiliki Badan Narkotika vertikal langsung dari pusat. Satu diantaranya Badan Narkotika Nasional Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

Dari jumlah ini sebanyak 21 wilayah memiliki Badan Narkotika yang ditangani oleh pemerintah daerah. Meski begitu, 17 wilayah yang telah memiliki Badan Narkotika langsung dari pusat tak berpotensi rawan Narkoba.

"Kalau 17 wilayah yang sudah ada itu bukan berarti rawan. Tidak. Karena seperti yang saya sebutkan tadi, sekarang tuh nggak ada 1 desa yang steril narkoba," terang Jenderal Bintang satu tersebut.

Ia menambahkan, meski 21 daerah belum memiliki BNN bukan berarti pemberantasan narkoba tidak optimal.

Baca Juga: Jenazah Santriwati Asal Kediri yang Terseret Ombak di Blitar Ditemukan

"Saya ndak berani ngomong optimal atau tidak, yang pasti kalau dapat kita akan langsung koordinasikan sama aparat keamanan lainya," tutupnya.

Reporter: CF Glorian
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.