Minggu, 07 Jun 2026 08:45 WIB

Peringati Hari Down Syndrom Sedunia, Ubaya Luncurkan Edu Batik

Mahasiswa Ubaya menunjukkan hasil karyanya
Mahasiswa Ubaya menunjukkan hasil karyanya

jatimnow.com- Lima Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) meluncurkan Edu Batik yang terinspirasi dari para penderita Down Syndrom.

Peluncuran ini sekaligus untuk memperingati Hari Down Syndrom Sedunia yang jatuh pada tanggal 21 Maret 2018 dan perayaan Dies Natalis Universitas Surabaya (UBAYA) yang ke 50 tahun.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Lima mahasiswa yang membuat karya Edu Batik itu adalah Chessa Uly Thalia, Imelda Sukamto, Fernando Tjahjono dan Yesica Athisky Gunawan (Fakultas Teknobilogi) dan Dian Iqbal Fanani (Fakultas Industri Kreatif).

Karya yang diangkat menjadi tugas akhir mata kuliah Kewirausahaan didasarkan pada molekul-molekul biologi, yaitu Trisomy dan molekul Insulin.

Molekul Trisomy ini biasanya dialami oleh penderita down syndrome yang mempunyai kelebihan satu buah kromosom 21 dalam dirinya. Sedangkan molekul Insulin dapat menjadi indikator gejala penyakit diabetes mellitus.

Chessa Uly Thalia, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam tim itu menjelaskan bahwa pembuatan karya itu pertama-tama tim dari Cheesa dari Fakultas Bioteknologi menentukan molekuler apa yang ingin digunakan.

“Peran tim kami dalam pembuatan edu batik ini adalah mencari bentuk-bentuk molekuler yang memungkinan untuk diterapkan ke dalam desain batik. Setelah itu, dijelaskan apa maksud dari bentuk tersebut,” kata Chessa.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Setelah proses penentuan molekuler, diskusi dilakukan dengan Iqbal dari Fakultas Industri Kreatif. Mereka berkumpul untuk membuat sketsa.

Berbagai motif yang dihasilkan melalui sketsa, kemudian didiskusikan dengan beberapa dosen dan dipilih mana yang menarik untuk diangkat.

“Molekul Trisomy dipilih sebagai bentuk kepedulian kami, sekaligus ingin menyadarkan kembali kepada masyarakat luas jika di lingkungan kita terdapat penderita down syndrome,” kata dia.

Sementara itu, dosen pendamping Sulistyo Emantoko menjelaskan bahwa rantai DNA yang menguntai antara lingkaran molekul juga untuk memberikan simbolisasi penerimaan kepada individu dengan down syndrome untuk bekerja di tengah masyarakat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

“Penderita down syndrome sebenarnya terlambat dalam proses pertumbuhan maupun perkembangannya, tapi di sisi lain mereka selalu terlihat ceria seperti tidak pernah bersedih,” jelasnya.

Oleh karena itu, di usia Ubaya yang ke 50 tahun ini, pihaknya ingin merangkul masyarakat yang lebih luas dan memahami lebih dalam tentang individu dengan down syndrome.

“Inilah salah satu alasan utama kami dalam mengangkat fenomena ini,” pungkasnya.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.