Senin, 08 Jun 2026 09:19 WIB

Kelulusan Tes Pegawai Rendah, BKD Ponorogo Usulkan Sistem Rangking

Kepala BKD Pemkab Ponorogo, Winarko Arif
Kepala BKD Pemkab Ponorogo, Winarko Arif

jatimnow.com - Tingkat kelulusan tes kompetensi dasar (TKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau sekarang dikenal dengan Calon Aparatur Negeri Sipil (CASN) di Ponorogo terbilang rendah. Dari ribuan yang ikut tes, hanya ratusan yang lulus passing grade.

"Hanya 5 persen saja yang lulus TKD. Itu sangat rendah sekali. Jauh dari harapan," kata Kepala BKD Pemkab Ponorogo, Winarko Arif kepada jatimnow.com, Jumat (9/11/2018).

Baca Juga: Sah! 1.752 CPNS Kemenag Jawa Timur Resmi Diangkat Jadi PNS

Ia menjelaskan, saat ini sudah melakukan beberapa langkah. Yakni, melayangkan surat ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

"Usulan kami pada sistem rangking saja lah. Daripada formasi tidak terisi," ujar Wins--sapaan akrab--Winarko Arif.

Jumlah ranking yang diambil adalah tiga kali jumlah formasi yang dibutuhkan. Selanjutnya, yang memenuhi ranking tersebut bisa mengikuti ujian tes kompetensi bidang (TKB).

"Tapi, ini masih proses mengusulkan jadi belum bisa diumumkan karena nanti keputusan ada di pusat (KemenPAN-RB),’’ tutur Wins.

Namun demikian, dia menjelaskan pada dasarnya surat tersebut berisi laporan dari panitia seleksi daerah (panselda) CPNS terkait pelaksanaan ujian SKD.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Tapi, selain itu surat tersebut juga berisi laporan hasil ujian TKD. Yang menyinggung jumlah peserta lolos. Juga laporan data formasi yang terisi maupun kosong. Mereka berharap surat tersebut jadi referensi bagi Menpan-RB.

Menurut Wins, hal tersebut akan berdampak pada kekosongan formasi yang disediakan. Sebelumnya pemkab membuka lowongan untuk 356 formasi.

Namun, kemungkinan formasi terisi hanya 5 persen. Artinya, mayoritas formasi yang dibuka oleh pemkab terancam kosong. "Itu diluar 16 formasi CPNS yang kosong karena tidak ada pendaftarnya,’’ ujarnya.

Fenomena ini semakin menguatkan indikasi bahwa passing grade terlalu tinggi. Wins menolak bila disebut kompetensi peserta yang kurang.

Baca Juga: Puluhan CPNS Dilantik Sebagai PNS, Ini Pesan Plt Bupati Tulungagung

Menurutnya, jika hanya terjadi pada satu-dua daerah saja masih mungkin karena peserta kurang kompeten.

Sayangnya, hampir disetiap daerah yang menggelar tes TKD juga mengalami hal serupa. ‘’Jadi, ini skalanya bukan daerah lagi. Tapi, nasional,’’ katanya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.