Rabu, 22 Jul 2026 08:18 WIB

Kampus di Surabaya ini Galang Petisi Melawan Kanker

Penempelan pita petisi melawan kanker di Universitas Muhammadiyah Surabaya
Penempelan pita petisi melawan kanker di Universitas Muhammadiyah Surabaya

jatimnow.com - Sebagai bentuk rasa peduli terhadap masyarakat, Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya menggelar petisi melawan kanker dengan pemasangan pita. Petisi tersebut sekaligus penanda peresmian pembukaan program studi S1 kebidanan,.

Rektor UM Surabaya, Sukadiono mengatakan, Kepastian peningkatan prodi itu, sesuai diperolehnya SK Kemenristek No 896/KPT/I/2018 melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Pembukaan prodi ini merupakan peningkatan program kebidanan yang dulunya hanya tingkat Diploma 3 (D3) menjadi Strata 1 (S1).

"Pendirian program studi ini upaya untuk merespon perkembangan zaman dan serta tuntutan pengembangan pendidikan di perguruan tinggi. Namun, nantinya lulusan S1 kebidanan mendapatkan Sertifikasi Profesi yang bisa menjadi tambahan bekal lulusan untuk bersaing dengan lulusan kampus lain," tutur Sukadiono. Minggu (4/11/2018).

Ia mengatakan peningkatan prodi kebidanan ini berkaca atas pengalaman UM Surabaya dalam penyelenggarakan pendidikan di bidang kesehatan, dibuktikan dengan jumlah mahasiswa yang terus meningkat secara kuantitas dan kualitas.

"Poin yang ketiga adalah bahwa kedepannya di UM Surabaya akan banyak prodi-prodi baru yang akan berdiri dan aktual.

Beberapa minggu yang lalu ada satu prodi lagi yang disetujui oleh kemenristek dikti tinggal menunggu SK penyelenggaraan program studi yang diserahkan oleh LLDIKTI Wilayah VII.

Di sela-sela peresmian, UM Surabaya juga menggelar acara seminar dan petisi menggunakan pita warna untuk melawan kanker.

Peresmian S1 kebidanan tersebut, mendapat respon positif dari dr Boy Abidin Sp.OG (K) (host dr. Oz). Ia menilai UMSurabaya juga turut membantu dalam melawan kanker dengan melahirkan SDM berkualitas, sebab jumlah wanita penderita kanker semakin terdeteksi.

"Badan sosial Cancer Research UK (CRUK) menemukan pada 2035, peningkatan rasio kejadian kanker pada wanita diprediksi dapat mencapai tiga persen. Ini lebih tinggi dibandingkan pada pria yang hanya 0,5 persen," terangnya.

Ia menyatakan penyebab utama kejadian ini berkaitan dengan obesitas, aktivitas merokok, dan konsumsi alkohol. Temuan tersebut juga menyebutkan kanker yang akan paling sering ditemukan terjadi pada wanita adalah kanker rahim, ovarium atau indung telur, dan payudara pasca menopause.

"Dalam hal ini SDM yang nantinya dihasilkan oleh kampus-kampus yang memiliki prodi kesehatan diharapakan turut berperan dalam melawan kanker," pungkasnya.

Diketahui dalam acara tersebut juga melakukan penempelan 4 jenis warna pita sebagai petisi dan melambangkan kepedulian serta dukungan pada penderita kanker dikalangan masyarakat.

Warna pita tersebut diantaranya pita warna merah muda/pink adalah kanker payudara. Pita warna hijau kebiru-biruan adalah kanker ovarium, pita warna hijau putih adalah kanker ca serviks, dan pita warna emas adalah kanker.



Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.