Rabu, 22 Jul 2026 12:55 WIB

Cerita Menteri Susi Menyamar saat Asian Games 2018

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Minggu, 04 Nov 2018 14:36 WIB
Menteri Susi bersama Forpimda Kota Pasuruan dan Pengurus Sekolah Pesantren Entrepreneur Al Maun Muhammadiyah (S-PEAM)
Menteri Susi bersama Forpimda Kota Pasuruan dan Pengurus Sekolah Pesantren Entrepreneur Al Maun Muhammadiyah (S-PEAM)

jatimnow.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti salah satu menteri di era Presiden Jokowi yang fenomenal dan sering menjadi buruan masyarakat. Bu Susi pernah menyamar menjadi penonton di Asian Games 2018 lalu.

"Pernah saya pakai rambut pendek biar nggak ketahuan," kata Bu Susi saat bercerita tentang pengalaman menonton Asian Games 2018 lalu, dihadapan Forpimda Kota Pasuruan dan Pengurus Sekolah Pesantren Entrepreneur Al Maun Muhammadiyah (S-PEAM) Pasuruan Kota, Minggu (4/11/2018).

"Meski saya sudah pakai rambut pendek, ternyata masih ada 5 polwan yang mengetahui saya. Kamu kok tahu sih, mereka tersenyum," tambahnya.

Bu Susi memang menteri yang fenomenal. Meski perempuan, Bu Susi dikenal garang, tegas terhadap kapal asing pencuri ikan. Bahkan, kata-katanya pun sudah memasyarakat hampir di seluruh lapisan masyarakat yakni 'Saya Tenggelamkan'.

Ketika melakukan kegiatan road show Makan Ikan Bersama Santri di empat pondok pesantren di kawasan tapal kuda Jawa Timur mulai hari Jumat hingga Minggu (2-4/11/2018) yakni di Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo; Ponpes Al Fattah Silahul Yaqin, Jangkar, Kabupaten Situbondo, Ponpes Darussalam, Blokagung, Kabupaten Banyuwangi dan terkahir di S-PEAM, Kraton, Pasuruan Kota.

Bu Susi selalu menjadi buruan para santri, pengajar. Kadang ada yang memegang pipinya, kadang ada yang bersalaman hingga ada yang meminta tanda tangan menteri perikanan perempuan pertama di Indonesia ini.

Ia menceritakan, Sabtu kemarin menghadiri undangan pesta pernikahan salah satu koleganya. Puluhan orang undangan yang antre ingin bersalaman dengan kedua mempelai pun semburat (tidak beraturan) mendatangi dan bersalaman serta berfoto dengan Bu Susi.

"Ada sekitar 50 orang itu sudah antre. Saya datang langsung didatanginya," tuturnya.

Bu Susi juga memiliki etos kerja yang baik dan tidak mengenal lelah. Dihadapan para santri yang dikunjunginya, ia selalu berpesan dan mengajak makan ikan.

"Karena ikan membuat cerdas dan sehat," jelasnya.



 

Baca Juga: Polres Pasuruan Gerak Cepat Redam Konflik Pembongkaran Makam di Winongan

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.