Selasa, 21 Jul 2026 19:20 WIB

Tinjau Lumpur Lapindo, DPR RI BHS: Early Warning System Harus Dipasang

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) saat meninjau tanggul lumpur Lapindo (foto: Roi for jatimnow.com)
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) saat meninjau tanggul lumpur Lapindo (foto: Roi for jatimnow.com)

jatimnow.com – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendesak pemerintah mempercepat penanganan lumpur Lapindo menyusul munculnya rembesan di sisi barat tanggul penahan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera karena berpotensi mengancam keselamatan warga serta infrastruktur transportasi nasional di sekitar kawasan terdampak.

Baca Juga: Kodrat dan IPSI Jatim Usulkan Bela Diri Masuk Ekstrakulikuler Sekolah

“Kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi mengancam keselamatan masyarakat serta mengganggu jalur transportasi nasional, termasuk jalan arteri dan rel kereta api,” kata BHS dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7/2026). 

BHS meminta pemerintah mempercepat pembuangan air lumpur ke Sungai Porong sekaligus memperkuat seluruh tanggul penahan yang berada di titik rawan. 

Dia juga mendorong pemasangan sistem peringatan dini atau early warning system untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat apabila terjadi kondisi darurat.

“Keselamatan publik tidak bisa ditawar. Untuk melindungi nyawa masyarakat tidak boleh ada hitung-hitungan anggaran. Early warning system harus segera dipasang dan seluruh tanggul harus diperkuat,” imbuh BHS.

Perhatian juga diarahkan pada anggaran penanganan lumpur yang disebut berkurang dari Rp227 miliar menjadi Rp169 miliar. 

BHS meminta Kementerian Pekerjaan Umum mengevaluasi kebijakan tersebut apabila pengurangan anggaran berdampak terhadap upaya pengendalian lumpur dan perlindungan masyarakat.

Baca Juga: Anggota DPR RI BHS Pantau Palaksanaan MBG di Sidoarjo

“Kalau pengurangan anggaran menghambat pembuangan lumpur, ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai efisiensi justru mengorbankan keselamatan masyarakat,” katanya.

Sementara Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengapresiasi perhatian DPR RI terhadap persoalan lumpur Lapindo yang masih menyisakan risiko bagi masyarakat sekitar. 

Dia berharap langkah penanganan segera direalisasikan agar warga tidak kembali menghadapi dampak seperti bencana yang terjadi dua dekade lalu.

“Kami berharap solusi segera dijalankan, agar warga Sidoarjo benar-benar merasa aman,” ujar Mimik.

Baca Juga: Anggota DPR RI BHS Warning Pengganggu UMKM Wonoayu Sidoarjo

Di tempat sama, Ketua Tim Perencanaan Teknis Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS), Firman, menjelaskan kawasan tanggul mengalami penurunan muka tanah dengan rata-rata sekitar 0,5 meter per tahun, meski besarannya berbeda di setiap titik. 

Salah satu lokasi dengan tingkat kerawanan tinggi berada di titik P10D yang menjadi lokasi munculnya rembesan lumpur baru-baru ini.

“Salah satu lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi berada di titik P10D, tempat rembesan lumpur baru-baru ini terjadi,” katanya.

 

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.