Selasa, 21 Jul 2026 23:31 WIB

Kodrat dan IPSI Jatim Usulkan Bela Diri Masuk Ekstrakulikuler Sekolah

Ketua IPSI Jatim Bambang Haryo Soekartono (foto: Fatkhur Rizky/jatimnow.com)
Ketua IPSI Jatim Bambang Haryo Soekartono (foto: Fatkhur Rizky/jatimnow.com)

jatimnow.com – Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia Jawa Timur (IPSI Jatim) mengusulkan olahraga bela diri asli Indonesia masuk dalam ekstrakurikuler di sekolah. 

Upaya ini dinilai penting untuk menanamkan karakter sekaligus mengenalkan budaya bangsa kepada generasi muda sejak dini.

Baca Juga: Tinjau Lumpur Lapindo, DPR RI BHS: Early Warning System Harus Dipasang

Ketua Umum Pengprov Kodrat Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, mengatakan pihaknya sejak lama berharap bela diri asli Indonesia dapat diperkenalkan secara lebih luas melalui lingkungan pendidikan.

Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler bela diri bisa dimulai sejak jenjang pendidikan dasar, bahkan sejak taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

“Kami berharap bela diri asli Indonesia dapat menjadi ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat TK atau SD hingga SMP dan SMA,” ujar Bambang di Surabaya, Jumat (6/3/2026).

Hadirnya bela diri di sekolah bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga sarana pembentukan karakter bagi para pelajar. Melalui latihan yang terstruktur, siswa dapat belajar disiplin, tanggung jawab, serta sportivitas.

“Bela diri tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk mental dan karakter. Selain itu, siswa juga bisa mengenal budaya dan warisan bangsa melalui olahraga asli Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Mahasiswi UIN KHAS Jember Raih Perunggu di Ajang Kejurprov IPSI Jatim 2026

Bambang menambahkan, olahraga Tarung Derajat juga termasuk cabang olahraga prestasi yang membuka peluang bagi atlet muda untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.

“Bagi atlet yang berprestasi, ada kesempatan mendapatkan nilai tambah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan sampai perguruan tinggi,” jelasnya.

Sementara Ketua Harian Pengprov Kodrat Jawa Timur, Erwin H. Poedjono, menilai pembinaan olahraga sejak usia sekolah sangat penting untuk mencetak atlet masa depan.

Baca Juga: Warisi Darah Pesilat, Kakak Beradik asal Kediri Ukir Prestasi hingga Nasional

Menurutnya, sekolah dapat menjadi tempat awal untuk menjaring dan membina bakat-bakat muda yang berpotensi berprestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

“Dengan adanya ekstrakurikuler bela diri di sekolah, proses pembinaan atlet bisa dimulai sejak dini. Dari sana kita bisa menemukan bibit-bibit atlet yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah maupun negara,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa prestasi olahraga dapat membuka peluang karier bagi para atlet di masa depan, termasuk dalam proses rekrutmen di institusi seperti TNI, Polri, maupun menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.