Sabtu, 06 Jun 2026 10:48 WIB

Kodrat dan IPSI Jatim Usulkan Bela Diri Masuk Ekstrakulikuler Sekolah

Ketua IPSI Jatim Bambang Haryo Soekartono (foto: Fatkhur Rizky/jatimnow.com)
Ketua IPSI Jatim Bambang Haryo Soekartono (foto: Fatkhur Rizky/jatimnow.com)

jatimnow.com – Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia Jawa Timur (IPSI Jatim) mengusulkan olahraga bela diri asli Indonesia masuk dalam ekstrakurikuler di sekolah. 

Upaya ini dinilai penting untuk menanamkan karakter sekaligus mengenalkan budaya bangsa kepada generasi muda sejak dini.

Baca Juga: Mahasiswi UIN KHAS Jember Raih Perunggu di Ajang Kejurprov IPSI Jatim 2026

Ketua Umum Pengprov Kodrat Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, mengatakan pihaknya sejak lama berharap bela diri asli Indonesia dapat diperkenalkan secara lebih luas melalui lingkungan pendidikan.

Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler bela diri bisa dimulai sejak jenjang pendidikan dasar, bahkan sejak taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

“Kami berharap bela diri asli Indonesia dapat menjadi ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat TK atau SD hingga SMP dan SMA,” ujar Bambang di Surabaya, Jumat (6/3/2026).

Hadirnya bela diri di sekolah bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga sarana pembentukan karakter bagi para pelajar. Melalui latihan yang terstruktur, siswa dapat belajar disiplin, tanggung jawab, serta sportivitas.

“Bela diri tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk mental dan karakter. Selain itu, siswa juga bisa mengenal budaya dan warisan bangsa melalui olahraga asli Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Warisi Darah Pesilat, Kakak Beradik asal Kediri Ukir Prestasi hingga Nasional

Bambang menambahkan, olahraga Tarung Derajat juga termasuk cabang olahraga prestasi yang membuka peluang bagi atlet muda untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.

“Bagi atlet yang berprestasi, ada kesempatan mendapatkan nilai tambah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan sampai perguruan tinggi,” jelasnya.

Sementara Ketua Harian Pengprov Kodrat Jawa Timur, Erwin H. Poedjono, menilai pembinaan olahraga sejak usia sekolah sangat penting untuk mencetak atlet masa depan.

Baca Juga: 800 Pesilat dari 7 Provinsi Ramaikan Jember Championship 3, Jadi Magnet Atlet Nasional

Menurutnya, sekolah dapat menjadi tempat awal untuk menjaring dan membina bakat-bakat muda yang berpotensi berprestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

“Dengan adanya ekstrakurikuler bela diri di sekolah, proses pembinaan atlet bisa dimulai sejak dini. Dari sana kita bisa menemukan bibit-bibit atlet yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah maupun negara,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa prestasi olahraga dapat membuka peluang karier bagi para atlet di masa depan, termasuk dalam proses rekrutmen di institusi seperti TNI, Polri, maupun menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.