Senin, 20 Jul 2026 04:04 WIB

Bidang Keguruan Sepi Peminat, UMM Ubah Nama Fakultasnya

Rektor UMM saat peluncuran perubahan nama fakultas (Foto: Aris/jatimnow.com)
Rektor UMM saat peluncuran perubahan nama fakultas (Foto: Aris/jatimnow.com)

jatimnow.com - Minimnya minat generasi muda kuliah ke bidang keguruan menjadikan Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) mengubah salah nama salah satu fakultasnya. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang sebelumnya sudah ada diubah namanya menjadi Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora (FPSH), seiring pembukaan pendaftaran tahun akademik mahasiswa baru 2026 - 2027.

Dekan FPSH Prof. Moh. Mahfud Effendy menuturkan, perubahan nama fakultas itu menjadi bagian adaptasi dari seiring tantangan zaman. Diakuinya ada peminatan perkuliahan yang tidak sesuai dengan keinginan generasi muda saat ini, utamanya Gen Alpha yang akan masuk di bangku perkuliahan.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

"Kita kan merespon perkembangan zaman, kita tidak bisa bertahan di zamannya sekarang, DNA kita mencoba memperluas, karena kebermanfaatan dari misi matematik itu kan banyak," ujar Moh. Mahfud Effendy, saat peluncuran pergantian nama baru di UMM, Senin (6/7/2026).

Mahfud mengakui, beberapa pertimbangan mengganti nama fakultas yang lama menjadi lebih kekinian. Selain karena permintaan generasi muda, peminatan calon - calon mahasiswa dari siswa SMA ke bidang keguruan yang menurun jadi pertimbangan utamanya.

"Generasi alpha kan mintanya macam-macam, itu kita harus sediakan. Di situ calon mahasiswa baru itu tidak begitu tertarik terhadap keguruan, apalagi kan sekarang kan juga gajinya itu (rendah), dan gen alpha itu kan tidak mau yang terkungkung dan seterusnya. Dia inginnya akan berpikir bebas, itu kita sediakan," jelasnya.

Pergantian nama fakultas itu juga membuat ada beberapa program studi (Prodi) yang akan dibuka. Prodi - prodi itu rencananya akan dibuka untuk penerimaan mahasiswa tahun akademik 2026 - 2027, yang sekarang proses tengah diurus ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

"Ada beberapa prodi baru yang masih di proses ini. Kalau di matematik itu saya mintanya kan ada dua. Yang pertama di proses ini ada sains aktuarial, yang kedua adalah data sains. Kalau di biologi itu ada bioinformatika," tuturnya.

Baca Juga: Bapak dan Anak Pengasuh Ponpes di Malang Ditangkap, Diduga Lecehkan Santriwati

"Kalau Prodi baru ke kementerian, kalau fakultas cukup ke universitas, tapi harus tetap ada nomenklaturnya," imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik mengungkapkan, perubahan nama fakultas diiringi dengan perubahan sistem tata kelola di dalamnya. Jadi bagi dia, perubahan itu tidak hanya dari sisi nomenklatur, tapi juga diiringi dengan pengembangan - pengembangan inovasi untuk mengembangkannya.

"Ini adalah bentuk perubahan tata kelola agar kita memiliki keleluasaan lebih dalam mengembangkan bidang-bidang di dalamnya. Jika kita hanya terbatas pada sekat-sekat nomenklatur, terutama nomenklatur program studi, maka institusi tidak akan berkembang," kata Nazaruddin Malik.

Perubahan nama itu juga diharapkan memberikan inovasi - inovasi baru yang lebih berdampak kepada kampus dan masyarakat. Jadi penerapan keilmuannya diharapkan tidak sekedar di area ruang kuliah saja, tapi juga diterapkan bagi masyarakat dan mendatangkan manfaat positif.

Baca Juga: Pemandangan Alam dan Ragam Trek Jadi Daya Tarik Selorejo Run Challenge Malang

"Itu adalah poin yang paling penting. Saya sudah memberikan contoh nyata pada riset tadi. Riset tersebut pada dasarnya merupakan sebuah model pembelajaran jika diimplementasikan. Namun, penerapannya harus berjalan beriringan dengan pemodelan literasi digital dan didukung oleh infrastruktur IT yang kuat," jelasnya.

Perubahan nama ini juga membuka peluang adanya Prodi baru yang diajukan oleh UMM. Menurutnya, Prodi baru ini akan penting melihat minat dan peluang di luar kampus, kaitannya peran UMM bagi bangsa dan negara.

"Bisa jadi Prodi akan bertambah ke depannya. Karena dengan adanya kolaborasi ini, peluang untuk membuka program studi baru yang relevan pasti terbuka lebar," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.