Rabu, 22 Jul 2026 02:56 WIB

Surabaya Printing Expo 2026 Digelar 8 Juli, Bidik 15 Ribu Pengunjung

Konferensi pers Surabaya Printing Expo 2026 di Surabaya, Jumat (03/7/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Konferensi pers Surabaya Printing Expo 2026 di Surabaya, Jumat (03/7/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Industri percetakan di Jawa Timur terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan kemasan produk, label, digital printing, hingga layanan bagi pelaku e-commerce. Tren tersebut mendorong pelaku usaha berinvestasi pada teknologi produksi yang lebih cepat, hemat energi, dan efisien.

Perkembangan tersebut menjadi latar penyelenggaraan Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 yang akan berlangsung pada 8–11 Juli 2026 di Grand City Convention & Exhibition Surabaya.

Baca Juga: BFI Finance Hadirkan Pembiayaan Syariah untuk Industri Printing di SPE 2026

Memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran industri percetakan terbesar di Indonesia Timur itu akan diikuti lebih dari 150 peserta, termasuk 10 pelaku UMKM, dengan target 15.000 pengunjung selama empat hari.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan SPE 2026 tidak sekadar menjadi ajang memamerkan mesin percetakan terbaru, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan pengembangan bisnis bagi pelaku industri.

"Surabaya Printing Expo 2026 kami harapkan menjadi momentum bagi pelaku industri untuk memperkenalkan teknologi terbaru, menghadirkan solusi produksi yang lebih inovatif, sekaligus memperluas kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan," ujarnya saat konferensi pers di Surabaya, Jumat (03/7/2026).

Selama pameran, pengunjung dapat melihat langsung perkembangan teknologi digital printing, offset printing, UV printing, 3D printing, hingga web-based printing system yang menawarkan proses produksi lebih cepat, efisien, dan hemat biaya.

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Ahmad Mughira Nurhani, menilai kondisi ekonomi saat ini membuat pelaku usaha harus semakin cermat mengelola biaya produksi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu cara menjaga daya saing industri.

"Teknologi terbaru mampu meningkatkan efisiensi energi, mengurangi limbah, sekaligus mempercepat proses produksi. Efisiensi menjadi faktor penting agar pelaku usaha tetap kompetitif," katanya.

Ahmad menyebut industri grafika kini mengalami pergeseran pasar. Permintaan terhadap industrial packaging, labeling, creative printing, dan internet printing untuk kebutuhan e-commerce terus meningkat, sementara pasar percetakan komersial konvensional mulai melambat.

Sekitar 80 persen anggota PPGI merupakan pelaku UMKM. Karena itu, mereka didorong melakukan diversifikasi usaha dengan menggarap pasar smart packaging dan otomatisasi percetakan yang masih memiliki prospek pertumbuhan besar.

Baca Juga: Surabaya Printing Expo 2026 Hadirkan Teknologi Cetak Terbaru dan AI

Ia juga mengungkapkan nilai pasar industri percetakan nasional diperkirakan mencapai Rp190 triliun per tahun, yang sebagian besar ditopang sektor kemasan dan percetakan komersial.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Yudi Ariyanto, mengatakan industri percetakan memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai sektor manufaktur.

"Hampir seluruh sektor industri membutuhkan jasa percetakan, mulai dari makanan dan minuman, farmasi hingga berbagai produk lainnya. Karena itu, industri percetakan ikut menopang pertumbuhan industri pengolahan di Jawa Timur," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 99 persen pelaku industri percetakan di Jawa Timur merupakan usaha mikro dan kecil. Meski didominasi UMKM, subsektor tersebut menyumbang hampir 5 persen terhadap industri pengolahan di Jawa Timur serta turut berkontribusi melalui aktivitas ekspor.

Selain menghadirkan teknologi terbaru, SPE 2026 juga menyiapkan berbagai seminar dan workshop bagi pelaku industri, UMKM, desainer grafis, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Salah satu agenda unggulan adalah workshop

Baca Juga: Khofifah Sebut ALLPACK Surabaya Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

"Dari Ide ke Merchandise: Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Desain Merchandise Kreatif", yang membahas pemanfaatan AI untuk mempercepat proses desain dan meningkatkan nilai tambah produk.

Penyelenggara juga menggelar seminar "Strategi UMKM Naik Kelas Melalui Bisnis Kreatif & Kemasan Produk" yang mengulas strategi membangun merek, inovasi kemasan, hingga pengembangan produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Ajang tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur dan Surabaya, Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), serta Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI).

Pameran dibuka untuk umum pada 8–11 Juli 2026 mulai pukul 10.00–19.00 WIB di Grand City Convention & Exhibition Surabaya. Pengunjung dapat melakukan registrasi secara daring melalui laman resmi Krista Exhibitions maupun langsung di lokasi penyelenggaraan.

Melalui penyelenggaraan SPE 2026, pelaku industri grafika diharapkan semakin cepat mengadopsi teknologi baru, memperluas peluang bisnis, serta meningkatkan daya saing industri percetakan di Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.