Rabu, 22 Jul 2026 09:00 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Freeport Indonesia Bersihkan Pantai Kemukem

  • Penulis : Bramanta
  • | Rabu, 01 Jul 2026 16:07 WIB
Aksi bersih-bersih Pantai Kemukem, Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, yang diselenggarakan PT Freeport Indonesia dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026. (Foto: PTFI for jatimnow.com)
Aksi bersih-bersih Pantai Kemukem, Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, yang diselenggarakan PT Freeport Indonesia dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026. (Foto: PTFI for jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) menutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, pelajar, dan karyawan melalui berbagai aksi kolaboratif untuk memperkuat pelestarian lingkungan. Mengangkat tema “Be the Solution, Not the Pollution: Recycle and Conserve”, rangkaian kegiatan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mendorong keberlanjutan lingkungan.

Sebagai bagian dari rangkaian penutupan, PTFI menyelenggarakan Aksi Bersih Pantai di Pantai Kemukem, Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini melibatkan sekitar 400 peserta dari pemerintah daerah, masyarakat, pelajar, komunitas lingkungan, serta karyawan dan mitra perusahaan. Kegiatan ini mendukung pengelolaan sampah pesisir sekaligus memperkuat program berbasis masyarakat melalui inisiatif Waste for Waste.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi mengatakan keberhasilan operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Bagi kami, komitmen terhadap lingkungan bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian integral dari keberlanjutan operasional serta tanggung jawab kepada pemerintah dan masyarakat,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi contoh kolaborasi yang menghasilkan dampak nyata.

“Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dan komitmen berkelanjutan dalam menjaga lingkungan. Mulai dari Aksi Bersih Pantai hingga penanaman mangrove, langkah-langkah ini sangat menginspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memulai dari hal-hal yang terdekat,” katanya.

Baca Juga: Gandeng Akademisi, PLN Edukasi Petani Gresik Gunakan Teknologi Sensor Pertanian

Pantai Kemukem dipilih karena merupakan bagian dari ekosistem pesisir dan mangrove yang memiliki nilai ekologis tinggi, namun juga menjadi lokasi penumpukan sampah kiriman dari aliran sungai. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 1,6 ton sampah berhasil dikumpulkan dari area seluas sekitar 500 meter persegi.

Seluruh sampah dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah anorganik disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang, sampah organik diolah menjadi kompos, sementara residu dikelola sesuai ketentuan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.

Afandi, nelayan warga Desa Kramat, mengatakan program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapan kami program ini terus berlanjut dan memberi manfaat bagi lingkungan. Nilai manfaatnya banyak, warga diberdayakan dan lingkungan kami jadi bersih. Sekarang lingkungannya juga lebih enak dipandang, pasir-pasirnya mulai terlihat, dan insyaallah ikan-ikan datang,” katanya.

Baca Juga: Tercebur Sumur 15 Meter, Kakek 98 Tahun di Kedamean Gresik Ditemukan Tewas

Selain aksi bersih pantai, PTFI juga menggelar penanaman mangrove di Desa Karangrejo yang melibatkan sekitar 350 peserta dari berbagai kalangan. Penanaman dilakukan dengan pendekatan silvofishery yang mengintegrasikan konservasi mangrove dengan budidaya tambak sehingga memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari target penanaman 50.000 bibit mangrove di kawasan konservasi yang dikelola PTFI.

Melalui rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup 2026, PTFI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dan mendorong aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Pendekatan yang terintegrasi, mulai dari konservasi hingga pengelolaan sampah, diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.