Selasa, 30 Jun 2026 11:53 WIB

BNN Kediri Libatkan Seluruh Desa dalam Perang Melawan Narkoba

  • Penulis : Yanuar D
  • | Senin, 29 Jun 2026 18:10 WIB
Logo BNN.
Logo BNN.

jatimnow.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika hingga tingkat desa. Melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Kediri, sebanyak 343 desa dan 1 kelurahan resmi ditetapkan sebagai Desa Bersinar (Bersih Narkoba).

Kepala BNN Kabupaten Kediri AKBP Andi Febrianto Ali mengatakan program tersebut dibentuk untuk memperluas jangkauan layanan BNN di wilayah Kabupaten Kediri yang memiliki 26 kecamatan, 343 desa, dan 1 kelurahan.

Baca Juga: BNN Integrasikan Materi Anti Narkoba di Kurikulum Baru

“Desa Bersinar itu adalah kepanjangan tangan negara, kepanjangan tangan BNN yang ditugaskan oleh negara untuk bisa memfasilitasi memberikan pelayanan kepada masyarakat, melakukan kegiatan P4GN, pencegahan, pemberantasan, peredaran dan penyalahgunaan gelap narkotika, memberikan informasi rehabilitasi kepada masyarakat” jelasnya, Senin (29/6/2026).

Menurut Andi, jumlah personel BNN Kabupaten Kediri yang hanya sekitar 30 orang membuat pelayanan tidak bisa menjangkau seluruh desa tanpa dukungan pemerintah desa dan masyarakat. Karena itu, Desa Bersinar diharapkan menjadi perpanjangan tangan BNN dalam memberikan edukasi dan layanan rehabilitasi.

Melalui program ini, masyarakat juga diharapkan lebih nyaman berkonsultasi kepada perangkat desa ketika menghadapi persoalan penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga.

“Oleh karena itu, inovasi dari kami adalah kami membangun rumah-rumah BNN di semua desa untuk memberikan mendekatkan layanan kami kepada masyarakat sehingga masyarakat itu merasa nyaman dia komunikasi dengan perangkat desa,” terangnya.

Salah satu desa yang disiapkan menjadi lokasi peluncuran program ini adalah Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare. Desa yang dikenal sebagai Kampung Inggris itu akan menjadi proyek percontohan wisata edukasi bebas narkoba melalui pembangunan Kantor Pelayanan Terpadu P4GN.

Andi menyebut Kabupaten Kediri menjadi daerah pertama di Indonesia yang menetapkan seluruh desa dan kelurahannya sebagai Desa Bersinar melalui SK Bupati. Sebelumnya, hanya delapan desa yang berstatus Desa Bersinar.

“Karena terus terang saja, kabupaten kota se-Indonesia belum ada yang 100 persen desa bersinar. Baru Kediri yang 100 persen seluruh desanya desa bersinar, sudah dikukuh apa sudah ada SK Bupati untuk dikukuhkan Desa Bersinar,” ujarnya.

Baca Juga: Sepanjang Tahun 2025, BNN Tulungagung Catat Kinerja Tinggi P4GN

Selain membentuk Desa Bersinar, BNN Kabupaten Kediri juga mengembangkan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dengan melibatkan kader Posyandu, PKK, relawan, dan pemerintah desa untuk memberikan edukasi P4GN.

Relawan Desa Bersinar nantinya bertugas mendampingi warga yang telah selesai menjalani rehabilitasi maupun mantan narapidana kasus narkotika agar dapat kembali diterima di lingkungan masyarakat.

“Pada saat ada kelompok atau ada warganya yang berperilaku nyeleneh ataupun lain-lain, dia bisa mendatangi yang bersangkutan. Jangan bahkan menjauhi. Kalau dijauhi, mereka akan tambah jadi nanti. Deketin, ajak ngobrol. Fungsi-fungsi itu yang kita titipkan kepada desa,” katanya.

Andi juga menegaskan masyarakat tidak perlu takut datang ke BNN untuk menjalani rehabilitasi. Layanan yang diberikan meliputi konseling, pemeriksaan kesehatan, hingga tes urine secara gratis.

“Kalau sudah masuk di kami, direhab di kami, tidak boleh penegak hukum yang lain nangkapin, enggak boleh,” tegasnya.

Baca Juga: Buronan Narkoba Kelas Kakap Tertangkap, Ansor: Bongkar Jaringan Besar

Setelah rehabilitasi selesai, pemantauan akan tetap dilakukan oleh BNN bersama Desa Bersinar dan IBM untuk memastikan proses pemulihan berjalan baik.

"Kegiatan kami itu ada pasca pelaksanaan rehab dan pasca rehab. Nah, pasca rehab itulah selain dari kami, juga saya titipkan kepada Desa Bersinar dan IBM yang ada di situ untuk selalu memantau orang tersebut,” imbuhnya.

Ia berharap Desa Bersinar dapat memperluas layanan BNN sekaligus menghilangkan stigma masyarakat terhadap rehabilitasi penyalahguna narkoba.

“Walaupun keterbatasan sangat terbatas anggaran kami apalagi tahun ini sama sekali hampir enggak ada, kecil banget gitu anggaran kami, tapi kami tidak pasrah di situ, tapi tetap kami melakukan upaya-upaya bagaimana kita bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Libur Sekolah, Volume Pengguna Commuter Line Area 8 Surabaya Melonjak 11,69%

Total volume pengguna commuter line di area 8 Surabaya menembus 374.110 orang, dengan rata-rata melayani 53.444 pengguna per hari.

PPLI dan DESI Hadirkan Soiusi Pengelolaan Limba yang Aman dan Berkelanjutan

Wujud sinergi DOWA Group di Indonesia dalam menghadirkan solusi pengelolaan limbah yang aman, inovatif, dan berkelanjutan bagi sektor industri.

Kisah Apoteker asal Surabaya Lolos S3 Griffith University Australia

Alumni Farmasi UNAIR apt. Khusnul Fitri Hamidah melanjutkan studi doktoral di Griffith University setelah berkarier di RS Universitas Airlangga

Diduga Lakukan Penggelapan, Mantan Calon Bupati Tulungagung Diadukan Polisi

Satreskrim Polres Tulungagung melakukan mediasi kepada kedua belah pihak. Namun belum menemukan titik temu dalam pembahasannya.

Krisis Biokultural Ancam Bahasa, Ritual, dan Pengetahuan Masyarakat Adat

WGII mengingatkan krisis biokultural mengancam bahasa, ritual, dan pengetahuan Masyarakat Adat yang selama ini menjaga alam Indonesia.

Kalahkan Jerman Melalui Drama Adu Penalti, Paraguay Melaju ke Babak 16 Besar

Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak extra time, Paraguay mengunci tiket 16 besar dengan kemenangan 4-3 di adu penalti.