Rabu, 22 Jul 2026 04:48 WIB

Kisah Iin Sutiyani di PFL 2026: Lepas Tekanan Rentenir

Salah satu nasabah PNM Mekaar, Iin Sutiyani. (Foto: PNM Mekaar for jatimnow.com)
Salah satu nasabah PNM Mekaar, Iin Sutiyani. (Foto: PNM Mekaar for jatimnow.com)

jatimnow.com - PNM Mekaar membawa 20 nasabah ultra mikro asal Yogyakarta masuk ke panggung Grand Final Pro Futsal League 2026 di tengah ribuan penonton yang memadati arena pertandingan.

Kehadiran mereka bukan sekadar aktivitas usaha, tetapi ruang baru bagi pelaku ekonomi kecil untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Baca Juga: BFI Finance Hadirkan Pembiayaan Syariah untuk Industri Printing di SPE 2026

Di balik keramaian final liga futsal nasional tersebut, cerita tentang perjuangan ekonomi akar rumput ikut mengemuka.

Banyak pelaku usaha ultra mikro yang sebelumnya bergantung pada pinjaman harian dengan tekanan bunga tinggi, kini mendapat akses pembiayaan lebih terstruktur melalui pembinaan PNM Mekaar.

Kondisi tersebut kerap membuat pelaku usaha terjebak dalam siklus utang yang sulit diputus.

Pendapatan harian habis untuk membayar cicilan, sementara kebutuhan keluarga terus berjalan.

Baca Juga: Pegadaian Surabaya Gelar Gathering, Perkuat Pembiayaan Haji & Wisata Religi

Melalui program pemberdayaan, PNM menghadirkan ruang usaha di event nasional seperti PFL 2026 sebagai sarana memperluas pengalaman dagang sekaligus membuka akses pasar baru.

Salah satu nasabah, Iin Sutiyani, membagikan pengalaman panjangnya sebelum bergabung dengan program tersebut.

“Dulu, setiap hari rasanya seperti dikejar waktu. Bukan hanya memikirkan dagangan harus laku, tetapi juga tagihan pinjaman harian yang terus datang. Dengan kondisi suami yang sakit dan usaha kecil sebagai tumpuan keluarga, tekanan itu membuat langkah saya terasa berat. Setelah bergabung dengan PNM Mekaar, saya perlahan bisa mendapatkan akses modal yang lebih aman dan menata usaha dengan lebih tenang. Sekarang, bisa berjualan di Grand Final PFL 2026 menjadi kebanggaan tersendiri,” kata Iin.

Baca Juga: PNM Dukung UMKM Mekaar Ikuti Bazaar di Pro Futsal League 2025 Seri Malang

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Kindaris, menyebut pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian modal, melainkan membuka akses kesempatan yang lebih luas bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro.

“Bagi perempuan ultra mikro, modal bukan sekadar uang. Modal adalah kesempatan untuk bernapas lebih lega, berdiri lebih kuat, dan melanjutkan perjuangan dengan harapan baru. Ketika mereka diberi ruang untuk tumbuh, yang bergerak bukan hanya usahanya, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujar Kindaris.

Kehadiran 20 nasabah di arena Final PFL 2026 menjadi bagian dari upaya mempertemukan usaha kecil dengan pasar yang lebih besar, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi akar rumput agar tidak kembali terjerat pembiayaan tidak sehat.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.