Rabu, 22 Jul 2026 04:16 WIB

NU Berencana Hapus One Man One Vote, Ini Sistem yang Digunakan untuk Memilih Ketua

  • Penulis : Yanuar D
  • | Selasa, 23 Jun 2026 18:00 WIB
Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) di Kediri. (Foto: Tim Media Munas-Konbes NU/jatimnow.com)
Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) di Kediri. (Foto: Tim Media Munas-Konbes NU/jatimnow.com)

jatimnow.com - Nahdlatul Ulama (NU) berencana menghapus sistem one man one vote untuk menentukan Ketua Umum PBNU pada Muktamar yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026 mendatang. Wacana ini tertuang dalam draf sidang Komisi Organisasi yang disahkan dalam Sidang Pleno III Munas dan Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Senin (22/6/2026).

“Jadi pendekatannya tidak selalu, tidak mesti harus one man one vote karena tidak semua orang itu dikategorikan layak untuk memilih,” tutur Sekretaris Steering Committee (SC) untuk Munas dan Konbes NU 2026, Prof. Mohammad Nuh.

Baca Juga: Tutup Munas-Konbes di Bangkalan, Prabowo: NU Benteng Penyelamat Bangsa

Jika aturan baru ini disahkan pada muktamar nanti, pengurus daerah (PW dan PC) tidak bisa lagi langsung memilih satu nama ketua umum. Mekanismenya akan diubah, di mana daerah hanya boleh mengusulkan beberapa nama kader terbaik. Nama-nama usulan tersebut kemudian diserahkan kepada sembilan ulama sepuh yang tergabung dalam tim Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) dan Rais Aam terpilih untuk ditentukan siapa yang paling layak memimpin NU melalui musyawarah.

Baca Juga: Catatan Munas-Konbes NU: Regulasi Pengelolaan Tambang hingga Perbaikan MBG

"Urusan pemilihan itu harus dipastikan siapa saja yang punya kemampuan untuk memilih. Konsepnya itu tidak semua orang punya kemampuan untuk memilih. Oleh karena itu harus mencari orang kriteria yang memiliki kemampuan untuk memilih. Jadi pendekatannya tidak selalu, tidak mesti harus one man one vote karena tidak semua orang itu dikategorikan layak untuk memilih," kata Prof Nuh

Usulan menghapus sistem pemungutan suara langsung ini belum menjadi keputusan final organisasi karena masih ada pengurus yang ingin bertahan dengan cara lama.

Baca Juga: Duduk Perkara Kericuhan dalam Penentuan Lokasi Muktamar NU 2026 di Kediri

"Ini belum disepakati karena ini menyangkut perubahan, maka nanti akan ditetapkan di muktamar. Bisa jadi PC dan PW mengusulkan lima orang, dari lima yang terbaik itulah nanti diserahkan kepada Ahwa dan Rois Aam terpilih untuk ditunjuk. Tetapi ada juga yang masih tetap bertahan seperti yang semula, dua-duanya ini kita akomodasikan sebagai rekomendasi," tutupnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.