Kongres Nasional IV GSNI di Surabaya Jadi Arena Konsolidasi Pelajar Nasionalis
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Jumat, 05 Jun 2026 14:29 WIB
jatimnow.com - Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) akan menggelar Kongres Nasional IV pada 19–21 Juni 2026 di Surabaya. Forum yang mempertemukan pelajar dari berbagai daerah tersebut diproyeksikan menjadi ruang konsolidasi nasional untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus merumuskan arah gerakan pelajar di tengah tantangan zaman yang terus berubah.
Pelaksanaan kongres di Kota Pahlawan dinilai memiliki makna simbolik tersendiri. Surabaya menjadi salah satu titik penting dalam sejarah perjuangan bangsa dan dianggap relevan sebagai tempat memperkuat kembali komitmen pelajar terhadap nilai-nilai nasionalisme.
Baca Juga: Pesan Uni Lubis untuk Jurnalis Perempuan: Harus Jaga Integritas di Era AI
Ketua Badan Pekerja Kongres GSNI, A.A. Gede Indrayana, mengatakan kongres tidak sekadar membahas agenda organisasi, tetapi menjadi ruang pertemuan gagasan bagi pelajar dari seluruh Indonesia.
"Kongres Nasional IV GSNI merupakan ruang konsolidasi nasional bagi pelajar untuk memperkuat persatuan, mempererat solidaritas, serta menyatukan gagasan dalam membangun masa depan bangsa," kata Gede Indrayana, Jumat (5/6)
Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibandingkan era sebelumnya. Perkembangan teknologi digital, derasnya arus informasi, hingga perubahan sosial yang berlangsung cepat menuntut pelajar memiliki fondasi kebangsaan yang kuat.
GSNI memandang organisasi pelajar harus mampu berperan lebih dari sekadar wadah aktivitas siswa. Organisasi juga perlu menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, serta penguatan kesadaran kebangsaan.
Gede Indrayana menilai nasionalisme tetap relevan sebagai pijakan dalam menghadapi perkembangan global yang semakin kompleks.
"Kami ingin memastikan pelajar Indonesia tidak kehilangan jati dirinya. Nasionalisme harus tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa," ujarnya.
Baca Juga: Khairiah Lubis Terpilih sebagai Ketua Umum FJPI dalam Kongres Virtual 2025
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat GSNI Abdul Gani menegaskan pentingnya menempatkan pelajar sebagai bagian aktif dalam proses pembangunan bangsa.
Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya menjadi penerima kebijakan pendidikan, tetapi harus diberi ruang untuk menyampaikan gagasan, menawarkan solusi, dan terlibat dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
"Pelajar tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek yang aktif dalam menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa," kata Abdul Gani.
Melalui kongres tersebut, GSNI juga ingin memperkuat kapasitas intelektual, keberanian moral, dan semangat pengabdian generasi muda. Ketiga aspek itu dianggap penting untuk melahirkan kader pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan komitmen terhadap kepentingan rakyat.
Baca Juga: Mendikbud Ristek Nadiem Apresiasi Kongres BK-PTKI yang Digelar di UK Petra
"Kami ingin mempertegas komitmen organisasi dalam membangun generasi pelajar nasionalis yang memiliki kapasitas intelektual, keberanian moral, dan semangat pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan negara," ujarnya.
Selain membahas agenda organisasi, Kongres Nasional IV GSNI diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis terkait penguatan pendidikan kebangsaan, pengembangan tradisi intelektual pelajar, peningkatan solidaritas lintas daerah, hingga penguatan peran generasi muda dalam menjaga demokrasi dan keadilan sosial.
Dari Surabaya, GSNI berharap lahir gagasan dan arah gerakan yang mampu menjawab tantangan bangsa sekaligus memperkuat peran pelajar sebagai salah satu kekuatan penting dalam menjaga masa depan Indonesia.
Editor : Ali Masduki