Rabu, 22 Jul 2026 06:23 WIB

Cerita Sopir Rombongan Turis Singapura dalam Tabrakan Beruntun di Jalur Bromo

  • Penulis : Yanuar D
  • | Minggu, 10 Mei 2026 09:05 WIB
Tangkapan layar tabrakan beruntun di Bromo.
Tangkapan layar tabrakan beruntun di Bromo.

jatimnow.com - Tabrakan beruntun yang melibatkan rombongan wisatawan asal Singapura di jalur Bromo via Probolinggo, pada Sabtu (9/5/2026) dipicu kegagalan sistem pengereman atau rem blong saat kendaraan melintasi jalur menurun yang curam. Insiden ini memicu kepanikan, hingga menyebabkan sejumlah pengendara terluka.

Peristiwa bermula ketika Toyota Hiace yang dikemudikan Yogi tersebut baru menempuh perjalanan sekitar sepuluh menit setelah bertolak dari Arthotel menuju rumah makan Ayam Bawangan. Kondisi perjalanan yang semula normal seketika berubah mencekam saat pengemudi menyadari bahwa pedal rem tidak lagi berfungsi secara optimal. 

Baca Juga: DPRD Kota Probolinggo Desak Terbitnya Perwali Untuk Perjelas Status Modin

"Rem tiba-tiba sudah tidak pakem, kemungkinan karena sistemnya sudah terlalu panas," terang Yogi.

Situasi mencapai titik kritis ketika mobil yang meluncur tak terkendali dengan kecepatan 70 hingga 80 kilometer per jam tersebut dihadapkan pada kerumunan warga. 

Di tepi jalur turunan tersebut, terdapat lebih dari 50 orang yang tengah berkumpul menghadiri sebuah acara hajatan. 

Menyadari risiko jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar, pengemudi bersama seorang rekannya berupaya keras mengendalikan kemudi guna mengalihkan arah laju kendaraan agar tidak menerjang massa. 

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Toko Ban dan Pracangan di Jalur Pantura Paiton Probolinggo

"Di bawah ada orang hajatan, sekitar 50 orang lebih. Kami sangat bersyukur kerumunan tersebut masih bisa dihindari.

Sebagai langkah darurat untuk menghentikan laju kendaraan, pengemudi akhirnya memutuskan untuk membanting setir ke arah tiang listrik PLN setelah sebelumnya sempat menghantam tiga unit kendaraan lain di depannya," jelasnya.

Yogi juga menambahkan bahwa situasi di dalam kabin sangat menegangkan hingga ia memerlukan bantuan fisik untuk mengarahkan setir. 

Baca Juga: Pedagang Tempe di Probolinggo Menjadi Korban Begal, Motor dan Dagangan Raib

"Kami sampai memegang setir berdua supaya mobil bisa dikendalikan. Setelah menabrak beberapa kendaraan, akhirnya mobil menghantam tiang PLN dan berhenti," tambahnya.

Meskipun tragedi terhadap kerumunan warga berhasil dihindari, kecelakaan ini mengakibatkan cedera serius bagi para wisatawan asing di dalamnya. Sebagian besar penumpang dilaporkan menderita luka berat, terutama pada bagian kaki. 

"Kebanyakan korban mengalami luka di kaki, bahkan ada yang sampai mengalami disposisi tulang," pungkasnya. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.