Selasa, 21 Jul 2026 19:13 WIB

Mendiktisaintek Batasi Kuota PTN hingga Juli, Beri Ruang untuk Kampus Swasta

Mendiktisaintek Brian Yuliarto meninjau produk inovasi hasil karya dosen dan mahasiswa Umsura yang telah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). (Foto: Humas Umsura for jatimnow.com)
Mendiktisaintek Brian Yuliarto meninjau produk inovasi hasil karya dosen dan mahasiswa Umsura yang telah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). (Foto: Humas Umsura for jatimnow.com)

jatimnow.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan kebijakan baru terkait masa penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dalam agenda "Bincang Pagi" di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu (9/5/2026), ia menyebut pendaftaran PTN kini dibatasi maksimal hingga 30 Juli.

Langkah ini diambil untuk menciptakan keseimbangan ekosistem pendidikan antara negeri dan swasta. Dengan pembatasan tersebut, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) memiliki ruang waktu lebih panjang untuk menjaring mahasiswa hingga September atau awal Oktober.

Baca Juga: Kunjungi Umsura, Kepala BRIN Dorong Riset Jadi Produk

"Ini memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi swasta untuk melakukan perencanaan dan pendaftaran secara lebih optimal," ujar Brian di At-Tauhid Tower Umsura.

Selain masalah administratif, Brian mengklarifikasi isu penurunan anggaran riset nasional. Ia menyatakan bahwa alokasi dana riset justru meningkat, namun persaingan mendapatkan hibah semakin kompetitif karena jumlah pengusul naik hingga empat kali lipat.

"Dana riset sebenarnya tidak turun. Yang mendaftar naik signifikan, sementara ada komponen honor 25 persen. Jumlahnya bertambah, tapi seleksinya memang lebih ketat," tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Mendiktisaintek juga meninjau puluhan produk inovasi hasil karya dosen dan mahasiswa Umsura yang telah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Ia menekankan agar riset kampus tidak hanya berhenti di level akademik, tetapi harus selaras dengan kebutuhan wilayah.

Baca Juga: Umsura Buka Klinik Rawat Inap, Warga Bisa Akses Layanan Kesehatan

Brian meminta perguruan tinggi melakukan pemetaan problem daerah agar inovasi yang dihasilkan dapat langsung diserap oleh pemerintah kota/kabupaten maupun masyarakat setempat.

Merespons hal itu, Rektor Umsura Mundakir menjelaskan bahwa pihaknya telah mengimplementasikan konsep "Kampus Berdampak". Salah satu proyek strategis yang sedang berjalan adalah pemanfaatan panel surya untuk operasional rumah pompa air milik Pemerintah Kota Surabaya.

"Kami sudah memulai kerja sama dengan Pemkot Surabaya. Saat ini ada tiga sampai empat rumah pompa yang menggunakan sistem panel surya kami. Ini adalah bentuk nyata riset yang bisa dirasakan langsung manfaatnya," kata Mundakir.

Baca Juga: UNUSA Tembus 3 Besar Nasional Bidang Kesehatan Versi THE Impact 2026

Ia menambahkan, Umsura terus melakukan transformasi digital dan pengembangan program studi yang adaptif terhadap kebutuhan industri tanpa harus menutup prodi lama.

Selain energi terbarukan, kampus kini fokus pada pengelolaan sampah mandiri sebagai bagian dari standardisasi lingkungan perguruan tinggi yang berkelanjutan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.