Mendiktisaintek Batasi Kuota PTN hingga Juli, Beri Ruang untuk Kampus Swasta
- Penulis : Tim Jatimnow
- | Sabtu, 09 Mei 2026 14:57 WIB
jatimnow.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan kebijakan baru terkait masa penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dalam agenda "Bincang Pagi" di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu (9/5/2026), ia menyebut pendaftaran PTN kini dibatasi maksimal hingga 30 Juli.
Langkah ini diambil untuk menciptakan keseimbangan ekosistem pendidikan antara negeri dan swasta. Dengan pembatasan tersebut, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) memiliki ruang waktu lebih panjang untuk menjaring mahasiswa hingga September atau awal Oktober.
"Ini memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi swasta untuk melakukan perencanaan dan pendaftaran secara lebih optimal," ujar Brian di At-Tauhid Tower Umsura.
Selain masalah administratif, Brian mengklarifikasi isu penurunan anggaran riset nasional. Ia menyatakan bahwa alokasi dana riset justru meningkat, namun persaingan mendapatkan hibah semakin kompetitif karena jumlah pengusul naik hingga empat kali lipat.
"Dana riset sebenarnya tidak turun. Yang mendaftar naik signifikan, sementara ada komponen honor 25 persen. Jumlahnya bertambah, tapi seleksinya memang lebih ketat," tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Mendiktisaintek juga meninjau puluhan produk inovasi hasil karya dosen dan mahasiswa Umsura yang telah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Ia menekankan agar riset kampus tidak hanya berhenti di level akademik, tetapi harus selaras dengan kebutuhan wilayah.
Baca Juga: Guru Besar Umsura Dorong Pembelajaran Metakognitif, Ini Penjelasan Prof Lina
Brian meminta perguruan tinggi melakukan pemetaan problem daerah agar inovasi yang dihasilkan dapat langsung diserap oleh pemerintah kota/kabupaten maupun masyarakat setempat.
Merespons hal itu, Rektor Umsura Mundakir menjelaskan bahwa pihaknya telah mengimplementasikan konsep "Kampus Berdampak". Salah satu proyek strategis yang sedang berjalan adalah pemanfaatan panel surya untuk operasional rumah pompa air milik Pemerintah Kota Surabaya.
"Kami sudah memulai kerja sama dengan Pemkot Surabaya. Saat ini ada tiga sampai empat rumah pompa yang menggunakan sistem panel surya kami. Ini adalah bentuk nyata riset yang bisa dirasakan langsung manfaatnya," kata Mundakir.
Baca Juga: Umsura Kukuhkan Guru Besar Keperawatan, Usung Konsep Holistik
Ia menambahkan, Umsura terus melakukan transformasi digital dan pengembangan program studi yang adaptif terhadap kebutuhan industri tanpa harus menutup prodi lama.
Selain energi terbarukan, kampus kini fokus pada pengelolaan sampah mandiri sebagai bagian dari standardisasi lingkungan perguruan tinggi yang berkelanjutan.
Editor : Ali Masduki