Rabu, 22 Jul 2026 02:31 WIB

Patok Tarif hingga Rp700 Juta, Sindikat Joki UTBK Kedokteran Dibekuk Polisi

Komplotan joki UTBK diamankan Polrestabes Surabaya. (Foto: Dadang Kurnia/ jatimnow.com)
Komplotan joki UTBK diamankan Polrestabes Surabaya. (Foto: Dadang Kurnia/ jatimnow.com)

jatimnow.com – Satreskrim Polrestabes Surabaya membongkar sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) berskala besar yang telah beroperasi sejak 2017. Dalam pengungkapan kasus ini, aparat penegak hukum menangkap 14 orang tersangka yang diketahui memfokuskan operasinya pada calon mahasiswa yang mengincar kursi di fakultas kedokteran.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistyawan, mengungkapkan bahwa komplotan ini diotaki oleh seorang tersangka berinisial K. Dari hasil pemeriksaan, sindikat ini terbukti memiliki jaringan yang terorganisir dan klien yang masif.

Baca Juga: Tergiur Upah Cepat, Mantan Kurir Paket di Surabaya Berubah Haluan Antar Narkoba

"Rata-rata permintaan joki yang diterima tersangka adalah calon mahasiswa yang hendak masuk ke fakultas kedokteran," jelas Luthfie.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi membeberkan sejumlah data mencengangkan terkait operasi sindikat ini. Dimana tersangka K mematok harga antara Rp500 juta hingga Rp700 juta untuk satu paket kelulusan fakultas kedokteran.

Uang ratusan juta tersebut dibagi ke dalam jaringan. Para joki yang bertugas di lapangan menerima imbalan berkisar antara Rp20 juta hingga Rp75 juta, bergantung pada tingkat kesulitan dan kredibilitas kampus yang dituju.

Dari total 150 orang lebih yang menyewa jasa sindikat ini, tercatat sebanyak 114 orang klien dinyatakan berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi.

Baca Juga: Bongkar Kasus Internasional, AKBP Edy Herwiyanto Raih 6 Penghargaan

Terkait keberadaan ratusan mahasiswa pengguna jasa gelap tersebut, Luthfie menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pelacakan secara mendalam.

"Sebagian sudah lulus yaitu sebanyak 114 orang. Ini akan kami dalami karena ternyata sebarannya tidak saja di kampus yang ada di Jawa Timur, tetapi ada di Jawa Barat, kemudian di Jawa Tengah, dan juga di luar pulau Jawa, terutama di Kalimantan," paparnya.

Luthfie memastikan bahwa penyidikan tidak akan berhenti pada 14 tersangka yang ditangkap. Polisi berkomitmen untuk membongkar tuntas akar jaringan joki ini guna membersihkan ekosistem pendidikan tinggi dari praktik-praktik curang.

Baca Juga: Bentrok Pesilat di Kalijudan Surabaya, Polisi Segera Bekuk Pelaku

"Prinsipnya sindikat ini harus kami ungkap dan bongkar jaringannya agar tidak ada lagi aksi sejenis yang tentu mencederai dunia pendidikan kita," tegasnya.

Terkait status kemahasiswaan dari 114 orang klien yang telah lolos, Polrestabes Surabaya akan segera menjalin koordinasi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

"Kami akan terus berkoordinasi dengan Dikti untuk langkah-langkah lebih lanjut. Nantinya, ini berkaitan dengan tindak lanjut dan sanksi dari pihak Dikti serta kampus terhadap oknum mahasiswa yang terbukti terlibat pada kegiatan perjokian ini," pungkas Luthfie.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.