Khofifah Tegaskan Komitmen Jatim Jadi Barometer Pendidikan Nasional
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Sabtu, 02 Mei 2026 20:25 WIB
jatimnow.com – Momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi panggung penegasan bagi Provinsi Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menggulirkan sejumlah langkah strategis dan kebijakan tegas, demi mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdampak nyata.
Mengusung harmoni tema nasional dan visi provinsi "Jatim Cerdas – Pendidikan Berdampak, Mewujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing", Khofifah menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan. Ia bahkan menginstruksikan seluruh jajarannya untuk turun gelanggang menyisir anak-anak putus sekolah.
Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?
“Melalui program Jatim Cerdas, pemerataan akses pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur,” kata Khofifah di Surabaya, Sabtu (2/5/2026)
Untuk itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk aktif menyisir anak-anak yang belum bersekolah agar dapat kembali mengakses pendidikan tanpa beban, terutama bagi keluarga kurang mampu.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemprov Jatim terus memperkuat pemerataan sarana dan prasarana pendidikan, meningkatkan kualitas fasilitas pembelajaran, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, rapi, nyaman, dan inspiratif. Sekolah didorong menjadi ruang tumbuh yang sehat dan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Selain itu, pembangunan karakter menjadi fokus utama melalui gerakan budaya integritas yang telah dimulai di 38 sekolah di 38 kabupaten/kota dan akan diperluas ke seluruh SMA, SMK, dan SLB. Nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab ditanamkan sebagai fondasi dalam membentuk sumber daya manusia unggul.
Dalam mendukung pendidikan berdampak, Jawa Timur juga menerapkan pembatasan penggunaan gadget di lingkungan sekolah selama proses pembelajaran. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan konsentrasi belajar, memperkuat interaksi sosial, serta membangun budaya diskusi aktif di dalam kelas.
Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat literasi membaca dan kemampuan berpikir kritis siswa, sebagai upaya menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kualitas proses pembelajaran.
Di sisi lain, pendidikan di Jawa Timur juga berkontribusi dalam upaya pengurangan sampah plastik melalui gerakan sekolah ramah lingkungan. Siswa dibiasakan menggunakan perlengkapan ramah lingkungan guna membentuk budaya peduli lingkungan sejak dini.
Berbagai program inovatif terus dikembangkan, di antaranya SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang telah diterapkan di 146 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta, EJIES yang melahirkan ribuan inovasi guru, pengembangan kendaraan listrik di SMK, program Double Track SMA untuk kewirausahaan, serta PROTEG yang mendukung kemandirian ekonomi guru honorer.
Capaian tersebut turut memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat talenta berprestasi yang konsisten menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional, termasuk dominasi dalam berbagai ajang kompetisi akademik dan kejuruan.
Baca Juga: Jenis dan Bobot Sapi Kurban Orang Nomor 1 di Jatim
Tak hanya itu, Jawa Timur juga kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur dinyatakan diterima di Perguruan Tinggi Negeri, menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019.
“Capaian ini menegaskan bahwa Jawa Timur adalah barometer pendidikan dan prestasi. Ini juga menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan capaian akademik maupun non-akademik,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi pemetaan yang dilakukan oleh sekolah dan guru dalam memberikan gambaran peluang serta tingkat keketatan program studi bagi siswa.
“Pemetaan yang dilakukan sekolah mampu memberikan arah yang jelas bagi siswa dalam menentukan pilihan, sehingga peluang diterima semakin besar,” jelasnya.
Selain itu, Jawa Timur juga menjadi provinsi dengan jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) terbanyak yang lolos SNBP. Dari 40.213 pendaftar, sebanyak 8.915 siswa dinyatakan diterima.
Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo
Di bidang kejuruan, Jawa Timur juga mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional selama tiga tahun berturut-turut.
“Jawa Timur sudah hattrick tiga tahun berturut-turut juara umum LKS. Ini bukan kebetulan, tetapi hasil dari sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Karena itu, visi ‘Jatim Cerdas’ harus dimaknai lebih luas, bahwa kecerdasan harus berdampak nyata,” tegas Khofifah.
Ke depan, Pemprov Jatim akan terus memperluas akses pendidikan, memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membentuk karakter generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing global.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, sepakat bahwa pendidikan tidak boleh sekadar berburu angka akademik, tetapi juga harus mencetak karakter.
“Pendidikan berdampak berarti memastikan siswa fokus belajar, berkarakter kuat, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan. Pembatasan gadget, penguatan literasi, hingga gerakan lingkungan adalah bagian dari upaya besar tersebut,” jelas Aries.
Editor : Dadang KurniaURL : https://jatimnow.id/baca-84215-khofifah-tegaskan-komitmen-jatim-jadi-barometer-pendidikan-nasional