Kamis, 23 Jul 2026 04:47 WIB

DPRD Minta Pemkab Jember Lakukan Hal Ini untuk Hadapi El Nino Godzilla

  • Penulis : Yanuar D
  • | Kamis, 30 Apr 2026 21:00 WIB
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menghadapi fenomena El Nino Godzilla pada musim mendatang, Komisi B DPRD Jember mendorong Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan (TPHP) untuk melakukan mitigasi.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyampaikan bahwa serapan gabah oleh Bulog selama triwulan pertama 2026 memang sangat baik. Namun, di sisi lain, wilayah Jawa di Indonesia berpotensi terdampak El Nino Godzilla.

Baca Juga: Mirip Malioboro, Jember Bakal Miliki Food Street Terintegrasi Stasiun

“Kita menginginkan agar pemerintah dalam hal ini melakukan mitigasi, terhadap dampak apa yang mungkin nanti dipengaruhi oleh El Nino ini,” kata Candra di kantornya, Kamis (30/4/2026).

Beberapa langkah yang perlu disiapkan antara lain: pertama, melakukan pemetaan wilayah atau lahan yang kekurangan sumber daya air, mengingat ke depan akan terjadi kemarau panjang.

Kedua, mengoptimalkan bantuan dari pemerintah pusat berupa 106 proyek optimalisasi lahan agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Ketiga, Komisi B DPRD Jember meminta adanya transformasi pengetahuan kepada petani terkait proses adaptasi, termasuk pola tanam dan pemanfaatan lahan agar produksi pertanian tidak terganggu.

Baca Juga: Tak Punya Kendaraan, Lansia di Jember Tahan Sakit Kronis Setahun Tanpa Berobat

Menurut Candra, dalam menghadapi El Nino Godzilla, pemetaan menjadi hal utama. Ia juga meyakini bahwa Dinas TPHP telah melakukan langkah tersebut, meskipun dari sisi anggaran masih belum mencukupi untuk mitigasi secara optimal.

“Namun ditengah ini, kami punya keyakinan PPL dan pemerintah pusat nantinya bisa melakukan hal-hal ketika El Nino terjadi, petani tidak kesulitan mengerjakan lahan hingga produktifas pangan tidak terganggu,” ujarnya.

Untuk wilayah atau kecamatan yang kesulitan mendapatkan air, politisi PDI Perjuangan tersebut menyarankan agar petani menanam komoditas yang membutuhkan sedikit air.

Baca Juga: Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 di Jember, Ruang Ekspresi dan Belajar Budaya

Meski demikian, Candra tetap meminta pemerintah mengantisipasi potensi kekeringan yang diprediksi berlangsung sekitar 160 hari.

“Apa optimalisaisi sumber mata air, memanfaatkan kembali limbung atau embung-embung yang saluran irigasi yang hampir tidak optimal,” tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.