Barcode Pertamina hilang, Pertamina Buka 147 Titik Bantuan QR Code di Jatim
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Kamis, 30 Apr 2026 20:13 WIB
jatimnow.com - Distribusi logistik di Jawa Timur sempat mendapat sorotan dari para pengemudi armada besar. Puluhan sopir truk menyampaikan langsung kendala teknis terkait penggunaan barcode atau QR Code dalam program Subsidi Tepat kepada Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, pada Rabu (29/4).
Keluhan tersebut bermuara pada hambatan distribusi barang saat pengisian BBM di lapangan, lantaran barcode Pertamina hilang. Merespons aspirasi tersebut, Pertamina mempercepat langkah pemutakhiran data guna menjamin Biosolar maupun Pertalite dinikmati oleh pemilik kendaraan yang sah, sekaligus menutup celah penyalahgunaan energi.
Baca Juga: Pertamina Jamin Stok LPG 3 Kg Aman Selama Libur Idul Adha di Jatim
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyatakan, langkah ini merupakan bagian dari mandat pemerintah agar subsidi negara tidak salah alamat. Pihaknya memandang aksi para sopir sebagai masukan berharga demi perbaikan kualitas layanan di SPBU.
"Kami memandang positif aspirasi tersebut. Pertamina berkomitmen mendengarkan dan menghadirkan solusi konkret sesuai kewenangan kami sebagai pelaksana distribusi," ujar Ahad.
Munculnya kendala transaksi biasanya dipicu oleh sistem yang mendeteksi anomali. Misalnya, pengisian volume besar dalam jeda waktu sangat singkat atau penggunaan satu kode di beberapa SPBU berbeda dalam waktu berdekatan. Pola tersebut dianggap mencurigakan sehingga sistem otomatis melakukan pemblokiran untuk verifikasi ulang.
Guna mengurai hambatan tersebut, Pertamina menyiapkan 147 gerai helpdesk yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur. Posko bantuan ini berfungsi mempercepat proses aktivasi kembali bagi akun yang bermasalah.
Baca Juga: Long Weekend, Pertamina Tambah 955 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Jatim
Data terkini mencatat 119 kendaraan telah mengajukan pendaftaran ulang. Sebanyak 87 armada atau sekitar 73,1 persen berhasil mengaktifkan kembali QR Code mereka.
Sementara sisanya, yakni 32 kendaraan, masih dalam proses karena kendala administratif seperti nomor polisi yang belum terdata hingga perlunya revisi detail kendaraan.
Ahad mengimbau para pemilik armada segera memperbarui data kendaraan sesuai dokumen asli agar akses BBM subsidi kembali lancar.
Baca Juga: Pertamina Tambah Pasokan 48 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Kediri Selama Libur Panjang
Proses pendaftaran ulang dapat dilakukan secara mandiri melalui laman resmi MyPertamina atau mendatangi titik layanan yang tersedia.
Melalui pengawasan ketat dan kemudahan verifikasi, diharapkan ketimpangan distribusi energi dapat diminimalisir sehingga masyarakat yang berhak mendapatkan haknya secara adil tanpa hambatan teknis yang berarti.
Editor : Ali Masduki