Sabtu, 06 Jun 2026 07:59 WIB

ICMI Jatim: Menutup Prodi Tak Relevan Adalah Sesat Pikir Birokrasi

Kebijakan penutupan program studi berpotensi mereduksi makna pendidikan menjadi sekadar alat produksi tenaga kerja. (Foto ilustrasi: Gemini/jatimnow.com)
Kebijakan penutupan program studi berpotensi mereduksi makna pendidikan menjadi sekadar alat produksi tenaga kerja. (Foto ilustrasi: Gemini/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kebijakan pemerintah yang berencana melakukan penutupan program studi (prodi) lantaran dianggap tidak sejalan dengan kebutuhan industri memicu gelombang kritik.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk penyederhanaan masalah yang berbahaya dan justru menunjukkan rapuhnya struktur ekonomi nasional, bukan kesalahan institusi pendidikan.

Baca Juga: Gubes Unitomo Prof Ully Dorong Batik Tulis Jadi Kekuatan Industri Fashion Dunia

Mantan Rektor Unitomo sekaligus Ketua ICMI Jawa Timur, Ulul Albab, menyebut logika pemerintah cacat sejak dalam pikiran.

Menurutnya, kegagalan penyerapan lulusan perguruan tinggi di pasar kerja merupakan dampak dari industrialisasi yang stagnan serta minimnya lapangan kerja berkualitas.

"Menutup prodi dalam kondisi seperti ini ibarat mematikan lampu karena ruangan gelap, padahal yang seharusnya diperbaiki adalah sumber cahayanya," tegas Ulul dalam keterangannya, Rabu (29/4).

Ulul mengkhawatirkan kampus akan kehilangan jati diri sebagai pusat pembentukan nalar kritis jika terus dipaksa tunduk pada kepentingan pasar jangka pendek.

Jika standar keberhasilan hanya diukur dari keterserapan industri, maka perguruan tinggi tidak lagi membangun bangsa, melainkan sekadar menyiapkan buruh terdidik.

Baca Juga: Mahfud MD Ingatkan Bahaya Hukum Kedodoran

Keresahan ini muncul karena indikator "relevansi" yang digunakan pemerintah seringkali tidak transparan. Tanpa riset mendalam, kebijakan tersebut berisiko hanya menjadi keputusan reaktif birokrasi yang bersifat politis.

Ia mencontohkan bagaimana disiplin ilmu yang dulu dianggap abstrak justru menjadi tulang punggung teknologi masa kini. Matematika murni, misalnya, kini menjadi basis kriptografi digital, sementara filsafat logika merupakan akar dari pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

"Kajian linguistik yang sempat dipandang tidak produktif secara ekonomi, sekarang menjadi mesin utama teknologi pemrosesan bahasa alami atau NLP pada berbagai platform digital," paparnya.

Baca Juga: Kemdiktisaintek Mau Tutup Prodi, Pakar Singgung Warisan Orde Baru

Daripada menghakimi dan menutup ruang akademik, pemerintah disarankan fokus memperkuat ekosistem industri nasional. Ulul menekankan bahwa pendidikan tinggi adalah investasi peradaban, bukan mesin ekonomi jangka pendek yang bisa dibongkar pasang sesuka hati.

Setiap kebijakan yang abai terhadap fungsi dasar kampus sebagai penjaga nilai peradaban bakal memberikan dampak buruk bagi masa depan Indonesia.

"Kampus perlu didorong untuk bertransformasi, bukan malah dihakimi," pungkasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.