Sabtu, 06 Jun 2026 20:25 WIB

Surya Paloh di Ubahara Surabaya: Ruang Publik Kita Bising, Tapi Miskin Substansi

Ketum NasDem Surya Paloh saat pidato pada moment pengukuhan Prof Dossy sebagai Guru Besar Ubhara Surabaya (foto: Mandri for jatimnow.com)
Ketum NasDem Surya Paloh saat pidato pada moment pengukuhan Prof Dossy sebagai Guru Besar Ubhara Surabaya (foto: Mandri for jatimnow.com)

jatimnow.com — Pengukuhan Prof Dossy Iskandar Prasetyo sebagai Guru Besar di Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya, Rabu (22/4/2026), tidak berhenti pada seremoni akademik. 

Momentum ini berkembang menjadi ruang refleksi yang tajam tentang arah demokrasi dan kondisi kebangsaan saat ini.

Baca Juga: NasDem Jatim Tebar 155 Hewan Kurban, Salurkan ke PWNU-Ponpes Bumi Sholawat

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam forum tersebut, di antaranya Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faizal, serta anggota DPR RI dan DPRD, kalangan akademisi, dan pimpinan perguruan tinggi.

Dalam pidato ilmiahnya, Prof Dossy mengangkat tema Ide Normatif Partai Politik dalam Konteks Konstitusi dan Cita Demokrasi. 

Ia menegaskan, partai politik tidak semestinya terjebak sebagai kendaraan kekuasaan. Peran utama partai adalah menjaga konstitusi, merawat etika demokrasi, dan menyalurkan aspirasi publik secara berintegritas.

Gagasan tersebut berhadapan dengan realitas yang disorot oleh Surya Paloh dalam sambutannya. Ia menilai praktik politik hari ini semakin menjauh dari nilai ideal, tercermin dari ruang publik yang riuh namun kehilangan kedalaman.

Menurutnya, diskursus publik telah bergeser dari adu gagasan menjadi pertunjukan sensasi. Perdebatan berlangsung dangkal, minim arah, dan jauh dari isu-isu strategis yang seharusnya menjadi perhatian utama.

“Yang kita lihat hari ini bukan kekayaan pikiran, tetapi kemiskinan nalar yang dipertontonkan. Ruang publik kian bising oleh opini tanpa dasar, perdebatan tanpa arah, dan kegaduhan yang miskin substansi,” ujar Prof Dossy.

Ia juga menyoroti melemahnya kohesi sosial. Kepercayaan antarwarga terus menurun, digantikan oleh menguatnya egoisme dan orientasi material. Dalam situasi seperti ini, nilai kejujuran, keadilan, dan kebenaran kerap tereduksi menjadi slogan.

Baca Juga: Tebar Kepedulian, Kader NasDem ini Salurkan 105 Hewan Kurban di Probolinggo

Ditempat sama, Surya Paloh melihat persoalan bangsa tidak berhenti pada kelemahan institusi. Akar persoalan berada pada krisis karakter. 

Ia mengkritik kecenderungan saling menyalahkan yang terus berulang tanpa diiringi keberanian melakukan introspeksi.

“Bangsa ini gemar mencari kambing hitam, tetapi miskin keberanian untuk mengoreksi diri,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menggarisbawahi peran strategis kalangan intelektual. 

Baca Juga: Masa Tunggu Haji 26 Tahun, Komisi VIII DPR RI: Waspada Tawaran Berangkat Instan

Bagi dia, akademisi tidak cukup menjadi produsen teori. Mereka diharapkan hadir sebagai penjaga moral publik yang aktif memberi arah.

Ia mengingatkan agar perguruan tinggi tetap relevan. Kampus perlu melahirkan gagasan besar yang membumi, serta menempatkan ilmu pengetahuan sebagai instrumen koreksi sosial dan penggerak perubahan.

Di tengah situasi tersebut, dunia akademik dinilai memiliki tanggung jawab untuk mengisi ruang kepemimpinan gagasan. Tantangan bangsa saat ini bergerak pada lapisan yang lebih mendasar, menyangkut nilai-nilai yang menjaga kehidupan bersama.

“Saya menyampaikan rasa bangga dan selamat atas pengukuhan Prof. Dossy, ini sekaligus jadi momentum pengingat akan pentingnya peran kaum intelektual. Pertarungan utama bangsa terletak pada menjaga integritas, kejujuran, dan kejernihan berpikir di tengah kebisingan,” tandasnya. 

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.