Rabu, 22 Jul 2026 11:15 WIB

Surya Paloh di Ubahara Surabaya: Ruang Publik Kita Bising, Tapi Miskin Substansi

Ketum NasDem Surya Paloh saat pidato pada moment pengukuhan Prof Dossy sebagai Guru Besar Ubhara Surabaya (foto: Mandri for jatimnow.com)
Ketum NasDem Surya Paloh saat pidato pada moment pengukuhan Prof Dossy sebagai Guru Besar Ubhara Surabaya (foto: Mandri for jatimnow.com)

jatimnow.com — Pengukuhan Prof Dossy Iskandar Prasetyo sebagai Guru Besar di Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya, Rabu (22/4/2026), tidak berhenti pada seremoni akademik. 

Momentum ini berkembang menjadi ruang refleksi yang tajam tentang arah demokrasi dan kondisi kebangsaan saat ini.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Tulungagung Dari Partai NasDem Diganti, Ini Alasannya

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam forum tersebut, di antaranya Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faizal, serta anggota DPR RI dan DPRD, kalangan akademisi, dan pimpinan perguruan tinggi.

Dalam pidato ilmiahnya, Prof Dossy mengangkat tema Ide Normatif Partai Politik dalam Konteks Konstitusi dan Cita Demokrasi. 

Ia menegaskan, partai politik tidak semestinya terjebak sebagai kendaraan kekuasaan. Peran utama partai adalah menjaga konstitusi, merawat etika demokrasi, dan menyalurkan aspirasi publik secara berintegritas.

Gagasan tersebut berhadapan dengan realitas yang disorot oleh Surya Paloh dalam sambutannya. Ia menilai praktik politik hari ini semakin menjauh dari nilai ideal, tercermin dari ruang publik yang riuh namun kehilangan kedalaman.

Menurutnya, diskursus publik telah bergeser dari adu gagasan menjadi pertunjukan sensasi. Perdebatan berlangsung dangkal, minim arah, dan jauh dari isu-isu strategis yang seharusnya menjadi perhatian utama.

“Yang kita lihat hari ini bukan kekayaan pikiran, tetapi kemiskinan nalar yang dipertontonkan. Ruang publik kian bising oleh opini tanpa dasar, perdebatan tanpa arah, dan kegaduhan yang miskin substansi,” ujar Prof Dossy.

Ia juga menyoroti melemahnya kohesi sosial. Kepercayaan antarwarga terus menurun, digantikan oleh menguatnya egoisme dan orientasi material. Dalam situasi seperti ini, nilai kejujuran, keadilan, dan kebenaran kerap tereduksi menjadi slogan.

Baca Juga: Lita Machfud Arifin Beri Kursi Roda Elektrik dan Jamin Pendidikan Nabil hingga Dewasa

Ditempat sama, Surya Paloh melihat persoalan bangsa tidak berhenti pada kelemahan institusi. Akar persoalan berada pada krisis karakter. 

Ia mengkritik kecenderungan saling menyalahkan yang terus berulang tanpa diiringi keberanian melakukan introspeksi.

“Bangsa ini gemar mencari kambing hitam, tetapi miskin keberanian untuk mengoreksi diri,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menggarisbawahi peran strategis kalangan intelektual. 

Baca Juga: Dari 20 hingga 56 Tahun, Ubhara Surabaya Tunjukkan Pendidikan Tak Mengenal Batas

Bagi dia, akademisi tidak cukup menjadi produsen teori. Mereka diharapkan hadir sebagai penjaga moral publik yang aktif memberi arah.

Ia mengingatkan agar perguruan tinggi tetap relevan. Kampus perlu melahirkan gagasan besar yang membumi, serta menempatkan ilmu pengetahuan sebagai instrumen koreksi sosial dan penggerak perubahan.

Di tengah situasi tersebut, dunia akademik dinilai memiliki tanggung jawab untuk mengisi ruang kepemimpinan gagasan. Tantangan bangsa saat ini bergerak pada lapisan yang lebih mendasar, menyangkut nilai-nilai yang menjaga kehidupan bersama.

“Saya menyampaikan rasa bangga dan selamat atas pengukuhan Prof. Dossy, ini sekaligus jadi momentum pengingat akan pentingnya peran kaum intelektual. Pertarungan utama bangsa terletak pada menjaga integritas, kejujuran, dan kejernihan berpikir di tengah kebisingan,” tandasnya. 

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.