Sabtu, 25 Jul 2026 22:19 WIB

LIPI Kembangkan 3 Kawat Superkonduktor

  • Penulis :
  • | Jumat, 26 Okt 2018 14:20 WIB
Gedung LIPI
Gedung LIPI

jatimnow.com - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan tiga kawat superkonduktor untuk diaplikasikan pada keperluan kesehatan, kelistrikan dan otomotif.

Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI Agung Imaduddin di Jakarta mengatakan, kawat superkonduktor mampu menekan suhu saat berada di suhu kritis sehingga bisa menjadi penghantar yang baik.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Superkonduktor, menurut dia, banyak digunakan di rumah sakit untuk alat kesehatan MRI (magnetic resonance imaging), kemudian digunakan untuk penghantar listrik. Superkonduktor juga banyak digunakan untuk kereta cepat di Jepang dan Cina.

"Superkonduktor yang diikat ke kawat penghantar listrik dan disemprotkan cairan nitrogen maka suhunya akan turun hingga -200 derajat celcius sehingga mampu menghantar arus listrik lebih besar," katanya, Jumat (26/10/2018), sebagaimana dikutip dari Antara.

Pasar untuk superkonduktor juga besar, tercatat mencapai nilai Rp74 triliun pada 2013 di dunia.

Harganya awalnya memang mahal tapi sejak 2010 kebutuhan tipe "High Temperatur Superconductors" (HTS) ini semakin besar untuk kelistrikan, begitu juga untuk peralatan elektronik dan otomotif.

"Harganya akhirnya semakin turun dan jika sampai 10 dolar AS per kilo Ampere per meter (kA/m) maka diperkirakan akan semakin banyak dicari," ujar dia.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

Saat ini harganya masih dikisaran 20 dolar AS per kilo ampere meter. Tapi harga juga sangat tergantung dengan materialnya.

"Karenanya kami berupaya mengembangkan superkonduktor secepatnya, sebelum perkiraan harga turun mencapai 10 dolar AS," lanjutnya.

Superkonduktor, dapat mengurangi kehilangan energi listrik. Sehingga dapat menghemat Rp8,5 miliar per kilometer per tahun dari kehilangan energi listrik dirangkaian kawat penghantar listrik berbahan tembaga yang digunakan saat ini.

"Dengan kawat tembaga maka memerlukan ruang berdiameter besar ketika dibenamkan di tanah, namun tidak untuk superkonduktor. Dengan hambatan nol, superkonduktor lebih efektif dan efisien dalam mengalirkan listrik," katanya.

Baca Juga: Kacamata AI RunSight Karya Mahasiswa UI Tembus 10 Besar Inovasi Global

Saat ini LIPI mengembangkan superkonduktor tipe Nb3Sn Niobium Tin (Nb3Sn) dan HTS yang diselubungi dengan perak. Selain itu, LIPI juga sedang mengembangkan tipe Magnesium diboride (MgB2) dengan tanah jarang.

Pemakaian superkonduktor ini, menurut dia, jadi alternatif mengurangi pemborosan penggunaan listrik dan BBM. Superkonduktor ini juga bisa diterapkan di pembangkit listrik, transmisi, distribusi, gardu (kapasitas) dan gardu (unit).

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.