Rabu, 10 Jun 2026 13:33 WIB

LIPI Kembangkan 3 Kawat Superkonduktor

  • Penulis :
  • | Jumat, 26 Okt 2018 14:20 WIB
Gedung LIPI
Gedung LIPI

jatimnow.com - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan tiga kawat superkonduktor untuk diaplikasikan pada keperluan kesehatan, kelistrikan dan otomotif.

Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI Agung Imaduddin di Jakarta mengatakan, kawat superkonduktor mampu menekan suhu saat berada di suhu kritis sehingga bisa menjadi penghantar yang baik.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Superkonduktor, menurut dia, banyak digunakan di rumah sakit untuk alat kesehatan MRI (magnetic resonance imaging), kemudian digunakan untuk penghantar listrik. Superkonduktor juga banyak digunakan untuk kereta cepat di Jepang dan Cina.

"Superkonduktor yang diikat ke kawat penghantar listrik dan disemprotkan cairan nitrogen maka suhunya akan turun hingga -200 derajat celcius sehingga mampu menghantar arus listrik lebih besar," katanya, Jumat (26/10/2018), sebagaimana dikutip dari Antara.

Pasar untuk superkonduktor juga besar, tercatat mencapai nilai Rp74 triliun pada 2013 di dunia.

Harganya awalnya memang mahal tapi sejak 2010 kebutuhan tipe "High Temperatur Superconductors" (HTS) ini semakin besar untuk kelistrikan, begitu juga untuk peralatan elektronik dan otomotif.

"Harganya akhirnya semakin turun dan jika sampai 10 dolar AS per kilo Ampere per meter (kA/m) maka diperkirakan akan semakin banyak dicari," ujar dia.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

Saat ini harganya masih dikisaran 20 dolar AS per kilo ampere meter. Tapi harga juga sangat tergantung dengan materialnya.

"Karenanya kami berupaya mengembangkan superkonduktor secepatnya, sebelum perkiraan harga turun mencapai 10 dolar AS," lanjutnya.

Superkonduktor, dapat mengurangi kehilangan energi listrik. Sehingga dapat menghemat Rp8,5 miliar per kilometer per tahun dari kehilangan energi listrik dirangkaian kawat penghantar listrik berbahan tembaga yang digunakan saat ini.

"Dengan kawat tembaga maka memerlukan ruang berdiameter besar ketika dibenamkan di tanah, namun tidak untuk superkonduktor. Dengan hambatan nol, superkonduktor lebih efektif dan efisien dalam mengalirkan listrik," katanya.

Baca Juga: Kacamata AI RunSight Karya Mahasiswa UI Tembus 10 Besar Inovasi Global

Saat ini LIPI mengembangkan superkonduktor tipe Nb3Sn Niobium Tin (Nb3Sn) dan HTS yang diselubungi dengan perak. Selain itu, LIPI juga sedang mengembangkan tipe Magnesium diboride (MgB2) dengan tanah jarang.

Pemakaian superkonduktor ini, menurut dia, jadi alternatif mengurangi pemborosan penggunaan listrik dan BBM. Superkonduktor ini juga bisa diterapkan di pembangkit listrik, transmisi, distribusi, gardu (kapasitas) dan gardu (unit).

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.